Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 102
TIGARAKSA - Ratusan tukang ojek mendatangi Mapolresta Tangerang untuk mengikuti apel pemberian jaket anti narkoba, Senin (10/3). Program ini hasil kerjasama Badan Narkotika Nasional dengan Polresta Tangerang, untuk meminimalisir penggunaan narkoba ditingkat bawah. 
 
Kapolresta Tangerang Kombespol Irfing Jaya mengatakan, Hasil penyergapan narkoba terakhir yang ada di wilayah hukum Polresta Tangerang adalah pengungkapan bandar ganja sebesar 500 kilogram di wilayah polsek Pasar Kemis. Karena Permaslahan narkoba saat ini sudah merupakan bahaya laten yang mengancam masyarakat dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, maka polres dan BNN perlu melakukan kerjasama untuk memeranginya.  
 
"Narkoba sudah merupakan bahaya laten dan kita harus dapat menghindarkan keluarga dari pengaruh narkoba", ujar Irfing.
 
Untuk itu, diperlukan adanya keterlibatan masyarakat dalam mengantisipasi peredaran narkoba untuk menyelamatkan generasi muda. Salah satu sarana kontak terjadinya peredaran narkoba adalah di kalangan bawah seperti tukang ojek. 
 
"Dengan pemberian jaket anti narkoba kepada tukang ojek ini diharapkan mereka dapat memerangi peredaran narkoba minimal dari tingkat yang terkecil seperti lingkungan keluarga," terang Irfing. 
 
Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN Dik Dikusnadi mengatakan, kegiatan pembagian jaket anti narkoba ini dilakukan serentak di Polres Metro Tangerang, Polres Kota Tangerang dan Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta. Diharapkan dengan adanya partisipasi masyarakat seperti ini paling tiak dapat meminimalisir peredaran narkoba. 
 
"Saya berharap kepada tukang ojek untuk berhati-hati dan selalu berkoordinasi dengan Binmas. Jika menemukan pengguna narkoba, diharapkan untuk melaporkan diri ke pihak berwajib untuk direhabilitasi," tukasnya. (day)
 

Bikin e-KTP di Mauk Sampai Satu Tahun

MAUK - Warga Kecamatan Mauk mengeluhkan pelayanan yang diberikan pemerintah kecamatan. Untuk membuat elektronik kartu tanda penduduk (e-KTP) saja satu tahun lebih tidak pernah usai. 
 
Salah satu warga Dharma mengatakan, dirinya sudah berulang kali menghadap kantor Desa Ketapang, maupun langsung menghadap ke Kantor Kecamatan Mauk. Tapi jawabannya selalu sama, pembuatanm e-KTP masih dalam proses. Sementara dirinya diminta untuk mengganti KTP yang mati dengan KTP manual terlebih dahulu. 
 
"Para petugas di Kecamatan Mauk hanya menyarankan membuat KTP manual, tapi sampai sekarang tidak juga dibuatkan. Sementara e-KTP belum juga kelar," ujar Dharma kepada jurnaltangerang.com, Senin (10/3). 
 
Menurut warga yang tinggal di RT 06/03, Desa Ketapang ini, lambannya pelayanan e-KTP ini sangat mengganggu dirinya. Sebab beberapa kali ia akan membuat administras seperti parport dan admnistrasi lainnya ditolak, hanya karena KTP sudah tidak berlaku. 
 
"Seharusnya pihak kecamatan tidak mempersulit pelayanan kepada masyarakat. Paling tidak mereka bisa menjelaskan kenapa pembuatan e-KTP ini tidak merata. Sebab dari lima anggota keluarga saya, baru jadi dua, yang tiga tidak diproses. Padahal pengajuannya bersamaan," tuturnya. 
 
Dharma berharap, pihak kecamatan segera menyelesaikan masalah e-KTP ini, meskipun ini program dari pemerintah pusat. Paling tidak jika ada dorongan dari pemerintah ditingkat bawah baik kecamatan muapun Kabupaten, tidak akan berlarut-seperti ini. 
 
Dharma menyesalkan, saat dirinya menyampaikan aspirasi ini melalui SMS bupati disalah satu media cetak, malah diteror oleh orang yang mengaku dari staf Kecamatan Mauk. (han)  

Jalan Raya Cisoka Rusak Berat

TIGARAKSA - Jalan Raya Cisoka tepatnya di Kampung Pete, Kecamatan Tigaraksa kondisinya semakin menghawatirkan. Jalan yang merupakan tangung jawab Pemprov Banten itu, tidak mendapatkan perbaikan selama tiga tahun terakhir. 
 
Salah satu warga Desa Pete Wawan mengatakan, Jalan sepanjang lebih dari tiga kilomter mulai simpang tiga Polsek Tigaraksa sampai perbatasan Cisoka ini, kondisinya cukup parah. Jalan yang semula hanya rusak berlubang, karena tidak diperbaiki maka kerusakan jalan semakin parah. 
 
"Saat ini kondisinya seperti kubangan kerbau. Apalagi saat hujan turun, selain menjadi kubangan, jalan juga licin. Tak jarang para pengendara motor yang terjatuh di jalan ini," ujar Wawan kepada jurnaltangerang.com, Senin (10/3).
 
Menurutnya, selain warga terdekat yang mengeluhkan kerusakan jalan Provinsi Banten ini, warga Cisoka juga sudah beberapa kali turun ke jalan untuk melakukan aksi. Tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan dari Pemprov Banten.
 
"Jalan penghubung Tigaraksa-Cisoka bahkan sampai ke Rangkas Bitung ini, seharusnya cepat-cepat diperbaiki. Jika tidak, kondisinya akan semakin parah, karena kendaraan yang melintas di jalur ini cukup padat," terang Wawan.
 
Wawan menambahkan, warga sudah beberapa kali mengadukan masalah ini ke Pemkab Tangerang maupun ke DPRD Kabupaten Tangerang. Namun tetap saja belum ada tindak lanjut untuk perbaikan. (han)

Tenaga Kerja Asing Tewas di Balaraja

BALARAJA - Tenaga Kerja Asing asal China bernama Li Kang ditemukan tewas di PT. ILC yang memproduksi Oven milik kakaknya di Jalan Raya Serang KM 29, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Senin (10/3). Korban yang ditemukan dengan luka disekujur badan, diduga menjadi korban pembunuhan. 
 
Informasi yang dihimpun jurnal tangerang.com, jenazah pertama kali ditemukan oleh salah satu karyawan bernama Yuliana. Ia datang ke pabrik sekitar pukul 08.00 WIB untuk membuka pabrik tersebut. 
 
Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang, Kompol Siswo Yuwono mengatakan, pagi itu Yuliana datang ke perusahaan melihat pintu gerbang tidak terkunci. Kemudian meminta bantuan kepada Security PT. Bestindo untuk membukakan gerbang. Setelah gerbang terbuka dan melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah.
 
"Pada pukul 08.00 WIB saksi datang dan melihat pintu gerbang tidak terkunci dan dia meminta tolong pada satpam PT. Bestindo untuk membukaka pintu gerbang, setelah dia masuk sudah melihat korban tergeletak bersimbah darah disekujur tubuh, lantas menghubungi Polsek Balaraja," ujar Kompol Siswo Yuwono, kepada wartawan. 
 
Guna mengusut lebih lanjut kejadian ini, Polisi membawa jasad korban ke RSU Balaraja untuk diotopsi. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk mendalami kasus tewasnya tenaga kerja asing ini. (day) 

Honorer SMAN Kresek, Lolos CPNS di SDN Gunung Kaler

KRESEK - Penerimaan CPNS dari tenaga honorer kategori 2 (K2) tahun ini diduga banyak permainan. Salah satu tenaga honorer SMAN Kresek, lolos CPNS dengan data honorer di SDN Gunung Kaler. 
 
Ironisnya lagi, tenaga honorer SMAN Kresek ini baru tiga tahun mengajar. Padahal dalam persyaratan, minimal tenaga honorer yang dikategorikan K2 mereka yang sudah honor minimal satu tahun pada Desember 2004. 
 
Wakil Kepala Sekolah SMAN 7 Kabupaten Tangerang, Kresek Jajat Sunjaya membenarkan, jika Dewi Ratnasih tercatat sebagai Guru honor di SMAN 7 ini. Dirinya baru mengajar di SMAN 7 sejak tiga tahun lalu. Jadi kalau dibilang sudah honor sejak 2004 di SDN Gungung Kaler, dirinya tidak tahu. 
 
"Ya Dewai Ratnasih memang sudah tiga tahun menjadi tenaga honorer di SMAN Kresek ini. Namun kalau terkait CPNS dia lulus menjadi Guru SD saya juga sempat mendengar, cuma saya tidak mengikuti perkembangan informasinya," ujarnya Jajat. 
 
Diberitakan sebelumnya, Kepala SDN Gunung Kaler Syamsudin membantah jika Dewi Ratnasih sebagai tenaga honorer di sekolah yang dipimpinnya. Bahkan menurut Syamsudin, pihaknya pernah menolak permintaan Dewi Ratnasih untuk mengajar di SDN Gunung Kaler, 2012 silam.
 
"Memang dia (Dewi-red) pernah datang ke saya untuk minta jam mengajar di sekolah ini. Tapi saya tolak karena sudah kebanyakan guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi," ujar Syamsudin kepada jurnaltangerang.com, saat ditemui di kantor unit pelayanan teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Gunung Kaler, Jumat (7/3). 
 
Menurut Syamsudin Dewi memang ngotot untuk mengajar di SDN Gunung Kaler dengan alasan sudah pernah honor di SDN tersebut, saat dipimpin oleh kepala sekolah sebelumnya. Tapi Syamsudin tetap menolak, karena Dewi sendiri tidak dapat menunjukkan SK honorer yang dikeluarkan oleh kepala sekolah sebelumnya.
 
"Saya sendiri bingung, kok tiba-tiba datang lagi katanya sudah lolos CPNS K2. Padahal sampai saat ini saya tidak pernah menandatangani daftar hadir yang bersangkutan. Karena Dewi sendiri setahu saya honor di SMAN Kresek," terang Syamsudin. 
 
Kepala Sub Bagian Umum UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Gunung Kaler Sukanta mengatakan, dirinya tidak tahun persoalan horer di SDN Gunung Kaler yang lolos K2 itu. Sebab dirinya belum melihat secara persis data yang dimiliki UPT. Tapi Sukanta juga membenarkan, jika Dewi Ratnasih memang saat ini aktif sebagai honorer di SMAN Kresek. 
 
"Saya belum pernah melihat data yang bersangktan ngajar di SDN Gunung Kaler. Kalau dua tahun sebelumnya, saya sendiri tidak tahu karena saya baru menjabat delapan bulan," tukasnya. (day) 
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn