Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 86
KRESEK - Sebuah rumah makan lesehan siap saji di Kampung Cayur, Desa Rancailat, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, ludes terbakar, Jumat (24/10/2014) malam. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 
 
Informasi yang dihimpun jurnaltangerang.com, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu restoran yang baru saja tutup itu tiba-tiba terlihat kepulan asap dari salah satu kamar tidur yang menyatu dengan restoran tersebut. Kepulan asap itu terus membesar dan disusul dengan kobaran api yang meluluh lantakan seluruh bangunan beserta isinya. 
 
Salah satu warga setempat Ubay mengatakan, dugaan sementara kebakaran itu terjadi akibat konsleting listrik yang menyambar material mudah terbakar. Imbasnya rumah makan berukurang lebih dari 100 meter milik H Budin ini ludes terbakar. 
 
"Menurut sejumlah saksi mata, kepulan asap mulai terjadi dari salah satu ruangan di rumah makan itu. Api terus membesar dan membakar seluruh bangunan semi permanen itu," ujar Ubay kepada jurnaltangerang.com. 
 
Sejumlah warga yang panik atas kejadian itu, berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Karena rumah makan ini jauh dari sumber air, wargapun tak sanggup menjinakkan api. Api baru padam setelah seluruh bangunan bersama isinya ludes terbakar. 
 
"Beberapa harta penting seperti mobil Avanza dan sejumlah sepeda motor dapat diselamatkan. Namun barang-barang lainya sudah ludes terbakar," paparnya. 
 
Sementara setu unit pemadam kebakaran milik Pemkab Tangerang terlambat datang ke lokasi. Mobil Pemadam datang sekitar satu jam kemudian, setelah api sudah menghabiskan seluruh bangunan rumah makan tersebut. (day)
 

Penutupan Galian Tanah di PWS Ricuh

TIGARAKSA - Penutupan galian tanah yang dinilai sudah meresahkan warga berlangsung ricuh. Sejumlah orang yang mengaku ahliwaris dari pemilih lahan membawa sejumlah preman menghadang penutupan galian. 
 
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Jumat (24/10/2014). Galian tanah yang berlokasi di Perumahan Panca Wiratama Sakti (PWS) tepatnya di Jalan Puspemkab Tangerang ini dinilai telah merusak lingkungan. 
 
Tiba-tiba saat akan dipasang plank bertiang besi, sejumlah orang dibawah pimpinan H Tarmidi melarang pemasangan plang yang menutup jalan masuk ke lokasi galian tanah. H Tarmidi mengaku ahliwaris dari H Adong bin Abidin yang memiliki lahan seluas 150 hektar lebih. 
 
Sempat terjadi saling pukul antara orang yang akan memasang plang dengan sejumlah preman kelompok H Tarmidi. "Kami ini pemilik lahan, apa-apaan kalian menutup akses masuk galian. Apa hak anda," ujar H Tarmidi dengan nada tinggi. 
 
Karena salahs atu pengacara dari orang yang menutup galian menunujukkan bukti-bukti kepemiliki lahan PWS yang sudah disita negara karena pailit, pengacara itu sempat dikeroyok dan dikejar-kejar sejumlah preman yang ingin mengamankan galian tanah itu tetap beroperasi. 
 
"Tidak ada tanah PWS disini, kami sudah mengantongi izin untuk mengeruk tanah disini," ujar sejumlah preman dengan nada tinggi. 
 
Setelah pengacara pihak kurator yang menutup galian tanah, bertemu dengan pengacara pihak ahliwaris, akhirnya keributan dapat direda. Pengacara ahliwaris diberi penjelasan tentang harta pailit yang dikuasai negara untuk selanjutnya diserahkan kepada tim kurator. Keributan pun dapat diatasi setelah sejumlah petugas kepolisian mengamankan lokasi PWS. (han)

BLHD Akan Rekomendaskan Pentupan Pabrik BMJM

TIGARAKSA - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tangerang akan merekomendaskan penutupan pabrik karton milik PT Bilca Markin Jaya Makmur (BMJM). Selain tak berizin, pabrik ini sudah mencemari lingkungan sekitar. 
 
Kasubid Pengawasan pada BLHD Kabupaten Tangerang Dodi Herwandi mengatakan, setelah pihaknya turun langsung ke lokasi, banyak pelanggaran yang dilakukan pabrik karton tersebut. Selain pemasangan cerobong tidak sesuai aturan, juga pembuangan limbah cair yang tidak melalui pengolahan limbah. 
 
"Perusahaan ini jelas telah mencemari lingkungan. Karena ada keluhan dari warga sekitar, maka kami akan keluarkan rekomendasi penutupan," tuturnya. 
 
Sementara perwakilan PT Bilca Markin Jaya Makmur (BMJM) Parno mengakui jika pihaknya belum mengantongi izin. Saat ini, pabrik karton tersebut baru mengantongi izin gangguan saja, sementara izin lainnya masih dalam proses pembuatan. 
 
"Kami akan mematuhi aturan yang ada, kami juga akan mengurangi kebizingan dan pencemaran lingkungan. Sementara izin masih kami proses di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu," tukasnya. (day)

Bupati Tangerang Pantau Kesiapan Kartu Pintar

TIGARAKSA - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Jum'at (24/10/2014), Sidak ini terkait kesiapan launching kartu pintar yang direncanakan pada hari sumpah pemuda 28 Oktober 2014 mendatang.
 
"Kita ingin mengecek persiapan kartu pintar yang sebentar lagi akan dilaunching pada 28 Oktober 2014," ujar Zaki Iskandar, Bupati Tangerang.
 
Untuk jumlah kartu pintar, Zaki mengatakan sampai saat ini ada sekitar 5.724 kartu pintar yang akan dilanching pada hari sumpah pemuda tahun ini.
 
"Untuk kartu pintar yang dilauching nanti sekitar 5.724," ungkapnya
 
Bupati mengingatkan, penyaluran kartu pintar harus sesuai kriteria yaitu, keluarga miskin dan siswa berperstasi. Kedepannya Pemerintah Kabupaten Tangerang akan menyiapkan beasiswa untuk keluarga tidak mampu yang berprestasi hingga jenjang pendidikan strata satu (S1).
 
"Kartu pintar ini harus tepat sasaran agar keluarga tidak mampu bisa terus sekolah," tukasnya. (han)

Beroperasi Satu Tahun Pabrik Karton Tak Berizin

PASAR KEMIS - Puluhan warga Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, geruduk Pabrik karton milik PT Bilca Markin Jaya Makmur (BMJM) di kampung tersebut. Pabrik yang sudah beroperasi satu tahun itu, ternyata tidak mengantongi izin. 
 
Warga yang kesal akibat kebisingan pabrik dan pencemaran lingkungan, telah melayangkan surat kepada DPRD Kabupaten Tangerang sebulan lalu. Namun para anggota dewan baru datang sidak ke pabrik tersebut Kamis (23/10/2014) kemarin. 
 
Ketua RW 16 Desa Sukamantri, Rasiman mengatakan, keluhan warga atas pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pabrik karton itu sudah memuncak. Sebab siang malam pabrik yang berdekatan dengan rumah warga itu, menimbulkan kebisingan yang luar biasa. Belum lagi asap bercampur debu hitam yang menyelimuti rumah warga akibat pembakaran bahan berkarbon tinggi. 
 
"Selain bising, bau pabrik ini juga membuat warga tidak nyaman. Padahal pabrik ini belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) maupun izin pemanfaatan ruang (IPR) dari instansi terkait," ujar Raziman kepada jurnalatangerang.com. 
 
Karena sudah kesal, maka warga melaporkan masalah ini ke DPRD Kabupaten Tangerang untuk ditindaklanjuti.
 
Ketua Komisi IV Akmaludin Nurgraha bersama anggota komisi langsung turun melihat kondisi pabrik ini. Ternyata benar, pabrik yang beroperasi setahun lalu itu belum mengantongi izin terutama IMB dan IPR. Padahal pabrik ini beroperasi 24 jam setiap hari. 
 
"Setelah kami melihat permasalahan yang ada, maka kami akan memanggil pemilik pabrik dan instansi terkait untuk mencari solusi. Rencananya pekan depan akan kami agendakan untuk menggelar hearing," tukasnya. (day
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn