Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 132
TIGARAKSA - Pengurusan akta kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tangerang diduga ada pungutan liar (Pungli). Selain itu proses pengurusan juga berbelit-belit.
 
 
Salah satu warga Tigaraksa Aceng mengatakan, saat dirinya mengurus akta kelahiran milik tetangganya dipersulit. Saat mendaftarkan berkas di tempat pendaftaran, diminta untuk menemui salah satu pejabat untuk minta dispendasi dengan alasan banyak berkas kurang syarat. Setelah ketemu, kembali dioper ke bagian pendaftaran.
 
"Saat saya mendaftar di bagian pendaftaran malah dipimpong dengan alasan kurang syarat. Setelah ketemu, kembali suruh ke pendaftaran, ujung-ujungnya berkas diterima dengan membayar pendaftaran sebesar Rp 45 ribu," tuturnya. 
 
Sayangnya petugas pendaftaran tidak mau memberikan bukti pembayaran atau kwitansi. Menurutnya, itu sudah kewajiban yang harus dibayar sebagai denda dari negara akibat keterlambatan mengurus akta kalahiran.
 
"Dalihnya sih denda dari negara karena pendaftaran akta kalahiran maksimal 60 hari dari tanggal lahir. Padahal itu tidak ada aturannya," ujarnnya.
 
Dihubungi terpisah, Kasi Pendaftaran Penduduk, Joko mengatakan, denda itu memang harus dibayar oleh semua orang yang ingin membuat akta kelahiran. Jika tidak, ya berkas akan ditolak. 
 
"Ya dibayar saja sih mas, kan cuma Rp. 45 ribu," ujarnya. Sayangnya saat ditanya aturan mana yang dipakai, Joko tidak bisa menunjukkan alasannya itu semua sudah aturan. (day)
 

Buruh Sinar Anctjol Kembali Geruduk Disnaker

TIGARAKSA - Puluhan buruh yang tergabung dalam pengurus unit kerja Serikat Pekeerja Seluruh Indonesi (SPSI) PT sinar Antjol geruduk kantor Disnakertrans, Kamis (6/1). Mereka menuntut agar rekan buruh yang di PHK sepihak oleh perusahaan detegen ini dipekerjakan kembali. 
 
Koordinator aksi Aris Kristianto menuturkan, sampai saat ini perusahaan PT Sinar Anctjol masih tetap bersikukuh dengan keputusan sepihaknya untuk mem PHK 299 karyawan. Padahal Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, telah memutuskan dan memberikan surat kepada perusahaan untuk mempekerjakan buruh kembali.
 
"Dalam sidang tripartit tadi, Dinas tenaga kerja memberikan keterangan agar buruh dipekerjakan kembali. Apa yang di tuduhkan perusahaan kepada buruh tidak terbukti. Demo buruh dilaksanakan secara sah dan sudah sesuai ketentuan perundang-undangan," ujar Aris kepada jurnal tangerang.com. 
 
Tak hanya itu kata Aris, perusahaan sudah melakukan tindakan diskriminatif. Karena buruh yang saat itu melakukan aksi demo diperusahaan, dipaksa untuk menugndurkan diri, dengan membayar uang pisah. 
 
"Kami tetap bersikukuh ingin dipekerjakan kembali, PHK bukan keinginan buruh. Apalagi perusahaan rencananya hanya memberikan uang pisah yang tidak layak, jelas kami dan kawan-kawan menolak," imbuhnya. 
 
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Hendra mengatakan, sejauh ini agenda yang dilaksanakan baru sebatas klarifikasi dengan melibatkan kedua unsur buruh dan pengusaha yang difasilitasi oleh Disnaker. Secara aturan ketika ada perselisihan buruh, jalur klarifikas dan mediasi yang ditempuh. 
 
"Setelah klarifikasi baru kami akan gelar mediasi antara buruh dan penguasaha. Kami meminta buruh untuk bersabar dan menahan diri, semoga saja tidak masuk ke persidangan PHI," tukasnya. (day)

Izin Pabrik Baja, BP2T Salahkan Cipta Karya

TIGARAKSA - Buntut penyegelan pabrik peleburan baja PT Xin Yuan Steel, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) salahkan Cipta Karya. BP2T menilai pengawasan yang dilakukan Cipta Karya tidak sesuai aturan. 
 
 
Kepala BP2T Akip Samsudin mengatakan, perusahaan pabrik baja PT Xin Yuan Tteel yang berlokasi di Balaraja, pihaknya baru mengeluarkan izin peruntukan. Jadi fungsi pengawasan pembangunan masih ada di instansi lain.
 
"Kami baru mengeluarkan Izin IPR, belum mengeluarkan izin mendirikan bangunan (IMB). Jika bangunan berdiri sebelum ada IMB, kewenangan pengawasannya bukan ada pada kami," ujarnya. 
 
Sesuai Peraturan Daerah tentang retribusi menurut Akip, BP2T dalam mengeluarkan IMB harus ada beberapa mekanisme yang harus ditempuh. Selain kajian dari BP2T, juga harus ada rekomendasi dari instansi terkait seperti Cipta Karya dan instansi lainnya.  
 
"Tidak mudah dalam memberikan perizinan, mekanismenya banyak dan harus ada kajian serta rekomendasi dari dinas terkait," ungkapnya. 
 
Akip menambahkan bahwa proses perizinan PT Xin Yuan Steel mekanismenya harus benar dijalankan. Kalau BP2T ranahnya mengeluarkan perizinan, jadi kalau belum ada IMB bangunan PT Xin Yuan Steel sudah berdiri maka tugasnya Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Cipta Karya yang harus dipertanyakan. 
 
"Silahkan tanya ke Wasdal Cipta Karya, kenapa pabrik belum berizin bisa berdiri," tambah Akip. 
 
Untuk diketahui satpol PP Kabupaten Tangerang, beberapa waktu lalu menyetop aktivitas pembangunan Perusahaan peleburan baja yang berlokasi di jalan Raya Serang KM 27 Desa sentul Jaya, beberapa waktu lalu. Perusaahn milik asing ini belum mengantongi IMB dari BP2T. (day)

Warga Cihuni Tolak Pemindahan Makam Cigaten

PAGEDANGAN - Warga Kampung Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, menolak rencana ruislag lahan makam. Mereka memasang spanduk penolakan ruislag tanah wakaf yang di peruntukan untuk pemakaman di kampung tersebut. 
 
 
Mereka terlihat memasang sepanduk di sepanjang jalan menuju pemakaman Cigaten yang sebagian puluhan makamnya sudah dibongkar. Dalam spanduk terlihat pernyataan waga yang menolak ruislag atau pemindahan makam.   
 
Salah satu warga Kampung Cigaten Rahmat mengatakan, dirinya bersama beberapa warga Cigaten menolak ruislag tanah wakaf oleh pengembang. Makam ini merupakan lokasi pemakaman umum untuk masyarakat dan disana juga ada dua makam keramat, yakni Linggar Jati dan Saga Jati.
 
"Kami masyarakat Cigaten menolak pemindahan lahan yang dilakukan pengembang. Kami akan tetap mempertahankan lahan ini sampai kapanpun," ujar Rahmat. 
 
Rahmat menambahkan, apabila pengembang masih dengan pendiriannya untuk melakukan ruislag maka warga akan melawan. "Bila pengembang masih tetap ingin memindahkan makam ini maka masyarakat Cigaten akan melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan," tegasnya
 
Sebelumnya di beritakan, puluhan makam di Kampung Cigaten ini dibongkar oleh orang suruhan pengembang untuk dipindahkan. Sementara sebagian warga Cihuni sudah menolak tawaran salah satu pengembang untuk mindahkan TPU seluas 7.000 meter persegi itu. Pengembang dinilai sewenang-wenang dalam melakukan pembangunan. (day)

Laka Lantas di Jalan Raya Serang, Dua Pengendara Kritis

CIKUPA - Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Serang KM 22, Desa Kawidaran, Kecamatan Cikupa, Rabu (5/2). Akibat tabrakan ini, dua pengendara sepeda motor kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
 
 
Salah seorang saksi mata Cecep menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitat pukul 07.30 WIB. Sepeda motor merk supra dengan Nopol B3096 NIJ yang dikendarai Muhidin, warga Talaga Bestari ini meluncur dari arah Serang menuju Tangerang, sesampainya di tempat kejadian perkara tiba-tiba ada mobil yang memutar arah secara mendadak.
 
Kontan saja pengendara yang belakangan diketahui bernama Muhidin pun langsung banting kanan menyelamatkan diri. Naasnya, dari arah berlawanan ada sepeda motor Yamaha Mio dengan Nopol B 6402 CHP. Adukebo pun tak dapat dihindarkan.
 
Motor yang dikendarai keduanya ringsek, sementara Muhidin dan satu pengendara Motor Mio yang belum diketahui identitasnya luka-luka. Dalam kondisi kritis, kedua pengendara sepeda motor ini dilarikan ke rumah sakit Mulya Insani, yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.
 
"Saya sediri kaget saat mendengar benturan keras. Saya melihat keduanya sudah tergeletak ditengah jalan akibat tabrakan tersebut. Sementara mobil yang putar arahpun langsung kabur melarikan diri," ujarnya kepada jurnaltangerang.com.
 
Menurut Cecep, Muhidin yang dilarikan ke rumah sakit Mulya Insani ini mengalami patah tulang pada kedua kakinya. Korban saat ini menjalani perawatan intensif dari tenaga medis. Sementara kedua sepeda motor yang ringsek di bawa ke Mapolsek Cikupa sebagai barang bukti. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn