Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 73
SOLEAR - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, tidak hanya menyebabkan banjir. Jalur rel kereta api yang menghubungkan Jakarta-Rangkas Bitung, juga amblas. 
 
Amblasnya rel kereta api ini terjadi di KM 39,7 tepatnya di Kecamtan Solear, tak jauh dari stasiun Tigaraksa. Imbasnya sejumlah jadwal keberangkatan kereta api jadi terlambat. Sejumlah calon penumpang kereta api Jakarta-Rangkas Bitung mengelukan kejadian ini. 
 
Salah satu calon penumpang kereta api ekonomi di Stasiun Tigaraksa, Muhamad Rasyid mengeluhkan pelayanan PT Kereta Api. Dirinya mengaku kesal dengan jadwal keberangkatan kereta api yang telat. Ia bahkan sudah satu jam lebih menunggu, namun kereta api yang akan ditumpanginya tidak kunjung datang.
 
"Saya mau ke Jatinegara, tapi katanya karena ada rel yang amblas, jadi terpaksa harus menunggu lebih lama," ujarnya. 
 
Calon penumpang kereta api juruan Rangkas Bitung-Jakarta lainnya Asmadi mengatkan dirinya terpaksa memilih menggunakan bus umum untuk sampai Jakarta. Karena dirinya akan melanjutkan perjaanan ke Bogor, Jawa Barat untuk urusan keluarga. 
 
"Saya terpaksa naik bus, karena buru-buru ada urusan keluarga di Bogor, Jawa Barat," tegasnya. 
 
Sampai berita ini diturunkan, kepala Stasiun Tigaraksa belum dapat dikonfirmasi media massa. (day)
 

Warga Protes Minta Drainase Diperbaiki

BALARAJA - Proyek Betonisasi jalan raya Serang tepatnya KM 24, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja terus dikebut. Selain pengecoran, warga sekitar juga memprotes perbaikan drainase yang menyebabkan lingkungan sekitar jadi banjir. 
 
 
Informasi yang dihimpun jurnal tangerang.com, selama perbaikan betonisasi jalan Raya Serang KM 24 ini, sudah 7 kendaraan roda empat dan dua kendaraan roda dua yang sudah menjadi korban. Karena banjir dan lobang jalan tertutup air, mereka terperosok, akibatnya kendaraan mereka rusak parah. 
 
Camat Balaraja Toni Rustoni mengatakan, pihaknya bersama kepala desa Telagasari telah memanggil pelaksana proyek. Karena selama ini banyak warga yang protes akibat drainase mampu, rumah warga pada kebanjiran. 
 
"Karena ada keluhan dari warga soal perbaikan drainase, maka saya langsung sampaikan kepada pelaksana proyek. Alhamduliiah saat ini sudah mulai ditangani," ujarnya. 
 
Kepala Desa Talagasari Rosid menambahkan, akibat tidak adanya drainase beberapa warga rumahnya dilanda banjir. Apalagi seminggu belakangan ini hujan terus mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Tangerang. Rosyid merasa bertanggung jawab atas keluhan yang disampaikan warga sekitar. 
 
"Kami juga melihat langsung banyak rumah warga yang terendam. Makanya kami langung mengambil tindakan memanggil pelaksana proyek," terang Rosid. (day)

Alasan Adik Sakit Pemuda Jualan Sabu

MAUK - Satiri alias panjul (39) seorang pemuda asal Kampung Kresek, Kecamatan Kresek ditangkap anggota Satreskrim Polsek Mauk, Kamis (16/1). Satiri ditangkap saat akan melakukan transaksi sabu di pintu gerbang PLTU Lontar, Kecamatan Kemeri. 
 
 
Kanit Reskrim Polsek Mauk Aiptu Sutiyo mengatakan, adanya laporan dari warga terkait adanya sorang pengedar yang hendak melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu disekitar PLTU Lontar, polisi langsung melakukan penyeledikan dan pemeriksaan terhadap pelaku. 
 
"Atas laporan itu, kami langsung menangkap pelaku dengan barang bukti yang masih ditangan. Pelaku pengedar sabu ini ditangkap tanpa perlawanan berarti di sekitar pintu gerbang PLTU Lontar, kemarin," tuturnya. 
 
Anggota reskrim Polsek Mauk akhirnya menangkap satiri alias panjul (39) sekitar pukul 09.00 WIB dengan barang bukti satu palstik kecil sabu-sabu di dalam helm. Berdasarkan keterangan tersangka bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut diperoleh dari sekitar kawasan Kampung Ambon, jakarta barat. 
 
"Saat ini tersangka berada di Polsek Mauk untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut", papar Sutiyo.
 
Polsek Mauk selanjutnya melakukan pengembangan hingga ke rumah tersangka di Kampung, Kresek, Kecamatan Kresek. Dirumah tersangka polisi juga menemukan kembali satu plastik sabu di dalam lemari.
 
Kepada polisi tersangka Satiri alias panjul mengaku jika dirinya baru pertama kali melakukan jual beli narkoba dengan alasan bahwa keluarganya sedang membutuhkan dana untuk pengobatan adiknya yang sedang sakit. Sehingga akhirnya satiri terpaksa melakukannya untuk mendapatkan uang dengan jalan pintas. 
 
Tersangka dikenakan pasal berlapis undang-undang penyalahgunaan Narkotika  dengan ancaman hukuman selama empat tahun penjara. (day)

Banjir Masih Hantui Warga Kronjo

KRONJO - Ratusan warga Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang masih bertahan di pengungsian akibat banjir. Cuaca yang tidak menetu, masih menjadi trauma bagi warga Cirumpak akan bencana banjir. 
 
 
Salah satu warga Cirumpak, Saprudin mengatakan, seminggu terakhir ratusan rumah warga masih terendam banjir. Bahkan ratusan warga juga masih bertahan di pengungsian karena banjir masih merendam rumah mereka dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter lebih. 
 
"Selain harta benda kami yang ada di rumah terendam, ratusan hektar sawah warga juga ikut terendam. Imbasnya ratusan hektar padi yang baru berumur satu bulan rusak," ujar Saprudin kepada jurnal tangerang.com. 
 
Di Desa Cirumpak sendiri terlihat berdiri beberapa posko mulai dapur umum, posko pengungsian maupun posko pengobatan dari puskesmas setempat. 
 
Ketua Tagana kabupaten Tangerang Ending Haryadi mengatakan, pihaknya masih terus melakukan bantuan kepada korban banjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang ini. Posko tagana juga masih disiagakan. Bakan di Desa Cirumpak sendiri pihaknya mendirikan dua posko bantuan. 
 
"Kami masih melakukan siaga banjir di Desa Cirumpak ini, sedikitnya 12 orang petugas tagana masih terus berjaga di posko untuk mengantisipasi terjadinya banjir susulan," tukasnya. 
 
Saat ini, bantuan yang datang dari instansi pemerintah telah didistribusikan berupa beras, mie instan, sarden dan pakaian bekas layak pakai. (day)

Mobil Calon DPD RI Dibobol Maling

SEPATAN - Pencurian dengan modus pecah kaca kali ini terjadi di Desa Pondok Jaya RT 05/06, Kecamatan Sepatan, Jumat (17/1) dinihari. Akibatnya, calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI merugi hingga jutaan rupiah.
 
 
Calon anggota DPD RI asal Provinsi Banten Nomor Urut 20 Mohamad Jembar menuturkan, malam tadi mobil Toyota Avanza dengan Nomor Polisi B 1230 FT yang biasa digunakan untuk kebutuhan sosialisasi pencalonan DPD RI itu diparkir di garasi rumah sopir pribadinya yang tak jauh dari tempat tinggal dirinya. 
 
Tiba-tiba pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB dirinya mendapat laporan jika mobil buatan tahun 2011 itu ditemukan dalam kondisi rusak. Selain kaca pada pintu kiri hancur, kedua spion juga hilang. Anehnya se isi mobil tersebut diacak-acak tapi tidak ada barang yang diambil. 
 
"Sopir saya Nasir datang ke rumah melaporkan jika mobil saya di bobol maling. Setelah saya cek, spion kanan dan kiri saja yang hilang sementara barang lainnya tidak ada yang hilang, tapi kaca mobil dipecahin dan seisi mobil diacak-acak," ujar Mohamad Jembar kepada jurnal tangerang.com. 
 
Dirinya sampai saat ini masih bingung, apakah motif pencurian dengan pecah kaca mobil ini ada kaitanya dengan pencalonan dirinya sebagai anggota DPD RI atau karena hal lain. Yang pasti atas kejadian ini dirinya mengalami kerugian hingga jutaan rupiah. Selain kaca mobil yang rusak, spion juga hilang. 
 
"Tidak hanya kerugian materil yang saya alami tapi juga kerugian imateril. Sebab saya merasa tidak ada masalah dengan siapapun selama mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI ini," tuturnya. 
 
Atas kejadian ini, pihaknya langsung membuat laporan ke Mapolsek Sepatan untuk ditindaklanjuti. Dihadapan polisi Mohamad Jembar juga menjelaskan, jika tadi malam sektiar pukul 23.00 WIB mobil itu baru saja pulang dari Bogor, Jawa Barat. Sekitar pukul 01.00 WIB Jumat dinihari, mobil tersebut baru masuk garasi rumah sopir pribadinya.  
 
Saat ini polisi masih melakukan berita acara pemeriksaan (BAP) atas kejadian pembobolan mobil calon anggota DPD RI ini. Berbagai barang bukti seperti pecahan kaca dan foto-foto mobil juga sudah diambil oleh penyidik guna pemeriksaan lebih lanjut. (han)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn