Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 152
TIGARAKSA - Program Gerakan Atasi Kawasan Pemukiman Padat Kumuh dan Miskin (Gebrak Pakumis) dinilai berhasil meminimalisir kawasan rumah kumuh di Kabupaten Tangerang. Program ini merupakan program berkelanjutan yang masuk kepada program unggulan Bupati Tangerang dan menjadi contoh ditingkat nasional. 
 
Kasubid Perumahan dan Fasosfasum Bappeda Erwin Mawardi mengatakan, pada pemaparan program peluncuran Program Nasional Penanganan kawasan kumuh 2015-2019. Bupati  Tangerang menjadi narasumber pada beberapa waktu lalu di Bapenas, sehingga menjadi kebanggaan bagi warga kabupaten Tangerang. 
 
"Ya beberapa waktu lalu bupati Tangerang diundang untuk memaparkan program penanganan kawasan pemukiman kumuh, ini menunjukan bahwa program unggulan Bupati Tangerang mampu mengatasi kawasan pemukiman kumuh," ungkap Erwin. 
 
Ditambahkan Erwin saat ini, selain menjadi semple di program tingkat nasional, Gebrak pak Kumis sebelumnya pada Nopember pernah mendapatkan penghargaan Indonesia Social Responsibility Award dari lembaga internasional Non Govermen Organication (NGO) La tofe institue. 
 
"Ya program gebrak pa kumis yang berjalan saat ini mendapatkan penghargaan dari NGO. Ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Tangerang Tangerang dalam menangani kawasan kumuh dan miskin," tambahnya. 
 
Dikatakan Erwin program Pak Kumis merupakan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Dengan mengedepankan pola kebersamaan dan gotong royong berbasis kawasan. "Untuk tahun ini Pemkab Tangerang menganggarkan Rp 14 Miliar untuk Seribuan unit rumah kumuh itu tersebar di 9 kecamatan diantaranya, Balaraja (102 unit), Sukamulya (65 unit), Kronjo (121 unit), Teluknaga (36 unit), Sukadiri (96 unit), Kemeri (87 unit), Mekar Baru (221 unit), Kresek (30 unit), Pakuhaji (283 unit) semoga dengan program Pak kumis bisa membantu masyarakat miskin," tambahnya.
 
Sementara waseh Ketua UPK (unit pelaksana kegiatan) Kecamatan Pakuhaji mengatakan pada tahun ini Kecamatan Pakuhaji mendapatkan bantuan bedah rumah sebanyak 283 unit, dari 9 kecamatan kecamatan pakuhaji jumlah penerima terbanyak. Karena di kecamatan Pakuhaji sendiri rumah kumuh terbanyak. 
 
"Pakuhaji jumlah penerima bantuan bedah rumah terbanyak dari delapan kecamatan yang ada. Karena di kecamatan Pakuhaji merupakan peserta Program P2WKSS tingkat provinsi," katanya. (day)
 

Zaki Berharap Masyarakat Jaga Kearifan Lokal

TIGARAKSA - Bupati Tangerang beserta jajarannya dan unsur Muspida berkumpul bersama dalam rangka Resepsi Festival Tangerang yang merupakan Rangkaian HUT Kabupaten Tangerang Ke-71, Lapangan Citra Raya, Panongan. 
 
Ketua Panitia Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Tangerang Ke-71 H. Akip Samsudin mengatakan, perayaan semarak HUT Kabupaten Tangerang ini tidak terlepas dari peran serta seluruh panitia dan elemen pendukung untuk mensukseskan perayaan HUT Kabupaten Tangerang.
 
"Saya mengucapkan terimakaih kepada seluruh elemen pendukung yang berperan serta dalam acara ini hingga berjalan sukses," imbuh Akip. 
 
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, kearifan lokal Kabupaten Tangerang harus kita budayakan, untuk mengenalkan dan melestarikan kepada generasi muda. "Tingkatkan kualitas dan kuantitas produk UMKM terutama produk-produk has Kabupaten Tangerang," terang pak Bupati. 
 
Menurut Bupati dalam rangka menyambut AFTA 2015 ini, Kabupaten Tangerang harus bersaing dengan Negara-negara lain. "Kita harus menjaga kearifan lokal, khususnya kearifan lokal Kabupaten Tangerang," tegasnya.
 
Mari kita berkarya dan bersinergi dengan rakyat untuk mewujudkan Satu Tim, Satu Semangat, dan Satu Tujuan Menuju Kabupaten Tangerang Gemilang, tutup Zaki. (day)

Himata Raya Gelar Kaderisasi

BOGOR - Himpunan Mahasiswa Tangerang Raya (Himata raya) menggelar kegiatan kaderisasi, Sabtu (27/12/2014). Acara yang digelar selama dua hari pada 27-28 Desember di Vila Bilqis Puncak Bogor, ini bertujuan untuk mengasah mental para mahsiswa. 
 
Para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di beberapa kampus di yang tersebar di tiga wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel ini diharapkan mempunyai semangat untuk membela kepentingan masyarakat. 
 
Pendiri Himata Raya Kosasih Bahari mengatakan saat ini peran serta mahasiswa sangat dibutuhkan dalam mengawal dan mengontrol roda pemerintahan di tiga wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangsel. Agar kebijakan yang diambil bisa mensejahterakan masyarakat. 
 
"Peran mahasiswa harus lebih optimal dengan mengedepankan semangat idealisme, agar pemkab atau pemkot Tangerang bisa mementingkan kepentingan masyarakat," kata Orin, sapaan akrab Kosasih. 
 
Ditambahkan Orin, saat ini Pemkab Tangerang sangat care dengan perkembangan organisasi mahasiswa, terbukti dengan kehadiran Kasie Kepemudaan yang ikut hadir di acara kaderisasi pemuda di Puncak, Bogor ini. 
 
"Kehadiran Kasie Pemuda Disporabudpar kang Bayuni menujukan bahwa Pemkab  Tangerang, sangat care terhadap ormas dan organisasi kemahasiswaan. Tentunya patut kita acungkan jempol," tambah Orin.
 
Sementara Kasie Kepmudaan Disporabudpar Bayuni dalam sambutanya mengatakan, Disporabudpar mendukung tumbuhnya organisasi kemahasiswaan. Himata Raya merupakan organisasi yang mampu memberikan semangat kepada mahasiswa di wilayah Tangerang saat ini. 
 
"Disporabudpar akan mendukung upaya kepemudaan dan kemahasiswaan, karena sinergitas Pemkab Tangerang saat ini sedang dibangun, untuk kesejahteraan masyarakat," kata Bayuni. 
 
Sementara Bahrudin salah satu peserta yang berasal dari Universitas Pamulang (Unpam) menyambut baik langkah organisasi Himata Raya. Dengan diadakanya kaderisasi ini mereka berharap ada semangat idealisme yang tinggi. 
 
"Kami sangat senang sekali dengan kegiatan kaderisasi, karena manfaatnya sangat dirasakan, sehingga kami bisa lebih belajar bagaimana menghidupkan dan insya Allah kami akan tetap mempertahankan semangat idealisme," ungkapnya. (day)

Tuntut Revisi UMK Buruh Geruduk Kantor Gubernur

TIGARAKSA - Ribuan buruh yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tangerang (Altar) kembali guruduk kantor Gubernur Banten. Mereka menuntut Gubernur Banten untuk merevisi penetapan UMK Tangerang dari Rp 2,7 Juta menjadi Rp 3,2 Juta.  
 
Terlihat ratusan buruh tersebut melakukan blokir jalan raya Serang, tepatnya di simpang tiga Bojong, Pemda sebelum bergerak menuju kantor Gubenur Banten, di Serang. Tak hanya Altar, ratusan buruh lainnya dari beberapa elemen serikat buruh lainya diantaranya KSPSI dan SPN dan organisasi serikat tingkat perusahaan lainya, juga ikut bergabung. 
 
Para buruh sebelumnya berkumpul di tiga lokasi titik keberangkatan, yakni Bitung, Cikupa dan Balaraja. Diperkirakan ribuan buruh sekitar pukul 09.00 WIB berangkat menuju pendopo Gubernur Banten. 
 
Salah satu buruh Budi Eka Pratama megnatakan, dirinya bersama rekan-rekan SPSI yang lainya akan bergerak menuju kantor Gubernur Banten. Meskipun hari ini agenda aksi di pimpin oleh Altar, namun sebagai buruh dirinya akan berpartisipasi demi kesejahteraan buruh lainnya. 
 
"Kami akan berangkat ke kantor Gubernur Banten, kami mendesak agar Gubernur Banten merevisi UMK 2015 dari sebelumnya Rp 2,7 Juta menjadi Rp 3,2 Juta, pasalnya tingkat kebutuhan buruh saat ini sangat tinggi ditambah dengan pasca kenaikan BBM," ungkapnya. 
 
Sementara ratusan petugas kepolisian dari Polres Tangerang dan Polsek Balaraja, terlihat bersiaga di setiap pertigaan yang menjadi titik aksi para buruh. (day)

PKL Jalan Sentiong Kembali Menjamur

BALARAJA - Pasca penertiban yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Tangerang beberapa bulan lalu, membuat jalan raya alternatif penghubung Balaraja-Kresek ini sedikit lengang. Sayangnya jalan yang sudah mulai bersih itu kembali ditempati para pedagang kaki lima (PKL). 
 
Sebelumnya, masyarakat setempat menyambut gembira pengguna jalan yang biasa melintas di jalur Adis-Sentiong ini karena kemacetan lalu lintas pun hampir tidak ada. Nunung warga ceplak mengaku lega setelah melihat PKL yang biasa memakai bahu jalan di tertibkan aparat satpol PP Kabupaten Tangerang. 
 
"Dengan kondisi seperti ini jalan tidak lagi semerawut, dan kemacetan lalulintas pun hampir tidak ada," kata Nunung. 
 
Namun sayang rasa lega pengguna jalan raya Adis-Sentiong ini tidak berlangsung lama. Sejumlah lapak yang sudah dibongkar paksa satpol PP, saat ini sudah berdiri kembali. Para PKL yang menjajakan buah-buahan terlihat berjejer di sepanjang jalan memakai tenda seadanya.  
 
Diduga berdagangnya kembali para PKL di sepanjang jalan Setiong-Adis ini, ada yang membekingi dari pihak kecamatan. Tidak mungkin mereka berani menjajakan dagangannya tanpa ada izin dari pihak terkait. 
 
Sementara Camat Balaraja Toni Rustoni membantah jika dirinya dianggap membekingi PKL. "Tidak benar itu, saya tidak pernah membekup PKL, peringatan lisan sudah sering dilakukan, rencananya akan saya berikan peringatan tertulis," ungkap Toni Rustoni. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn