Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 115
PASAR KEMIS - Aksi blokir jalan terjadi di perumahan Tomang Baru 1, Sabtu (15/2). Aksi ini terjadi lantaran pengembang perumahan. PT ISPI Tidak merealisasikan janjinya untuk memberikan fasos fasum kepada warga perumahan setempat.
 
Koordinator Aksi Harun mengatakan, aksi yang dilakukan warga saat ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya pengembang berjanji akan menyerahkan Fasos Fasum kepada warga. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2010 tentang kewajiban menyerahkan Prasarana dan Sarana Utilitas berupa Fasos dan Fasum.
 
"Sebagai warga kami hanya menuntut agar pengembang secepatnya menyerahkan fasos fasum. Jangan cuma berjanji, tetapi realisasinya tidak ada," ujarnya.
 
Dalam aksi kali ini kata Harun, warga memblokir jalan masuk perumahan dengan berkumpul dan menggelar orasi. Warga hanya ingin agar MoU dengan Pengembang PT ISPI direalisasikan. Warga akan tetap menyuarakan aspirasi sebelum tuntutan di penuhi.
 
Pantauan dilapangan, ratusan warga berkumpul sejak pukul 08.00 WIB dengan membawa spanduk bertuliskan Kecaman terhadap pengembang. Aksi warga perumahan Tomang baru 1, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Beruntung aksi ini tidak menimbulkan anarkis, namun pemblokiran jalan menuju perumahan Tomang Baru 1 dirasa cukup mengganggu warga lainnya yang melintas. (day)
 

Jalan Raya Serang Bak Kubangan Kerbau

BALARAJA - Jalan Raya Serang sebagai penghubung Kabupaten Tangerang, ke Kabupaten Serang, ini kondisinya memprihatinkan. Tak jauh dari kantor kecamatan Balaraja, tepatnya di KM 23 terdapat lubang besar mirip kubangan kerbau. 
 
Pantauan dilapangan, jalan lintas Jawa-Sumatera yang merupakan tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum ini, kurang mendapat perawatan. Di beberapa titik seperti depan kantor Kecamatan Balaraja, ujung fly over Balaraja, sampai di persimpangan atau pos polisi Balaraja juga terdapat jalan berlubang. 
 
Salah satu pengendara sepeda motor Haerudin menuturkan, akibat jalan berlubang ini, arus kendaraan menjadi tersendat. Selain itu, akibat jalan berlubang tidak sedikit kendaraan roda dua dan empat terperosok. Bahkan lubang jalan ini pernah memakan korban jiwa. 
 
"Akibat jalan berlobang, tak sedikit mobil dan motor terperosok, bahkan kejadian kecelakaan lalulintas beberapa minggu yang lalu terjadi di sini, hingga memakan korban jiwa," ungkapnya. 
 
Selain itu, akibat jalan berlubang ini juga, kemacetan di sepanjang Jalan Raya Serang, tepatnya di Balaraja ini sulit terurai. Setiap hari bahkan setiap jam, antrian kendaraan hingga ratusan meter. 
 
Camat Balaraja Toni Rustoni mengatakan, pihaknya sudah berupaya mengadukan permasalahan jalan nasional ini ke instansi yang terkait. Bahkan warga bersama pegawai kecamatan, sudah beberapa kali mengadakan kerja bakti untuk menguruk jalan usak dengan puing. 
 
"Kami sudah berupaya baik melapor maupun menguruk jalan rusak. Tapi tetap saja hasilnya tidak maksimal. Apalagi jalur ini merupakan jalur padat kendaraan bertonase tinggi," tukasnya. (day)

Warga Sindang Jaya Tolak Camat Perempuan

SINDANG JAYA - Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat Kecamatan Sindang Jaya menolak kehadiran camat perempuan. Selain di wilayah ini masih banyak pesantren salafi, pemimpin perempuan dalam agama Islam memang dilarang.
 
 
Selain datang dari Majelis Ulama Indonesia, penolakan kehadiran camat perempuan ini juga datang dari tokoh ulama, tokoh masyarakat dan kaum Nahdiyin. Menurut mereka, kaum perempuan belum bisa dijadikan sebagai pemimpin umat di suatu wilayah.
 
Ketua MUI Kecamatan Sindang Jaya Bai Tohawi menuturkan, penolakan tokoh masyarakat dan ulama serta kaum nahdiyin ini sudah jelas, karena perempuan menurut hukum agama dilarang menjadi pemimpin. Maka pemimpin di wilayah kecamatan hendaknya dipimpin oleh seorang laki-laki.
 
"Di Kecamatan Sindang Jaya terdapat puluhan pondok pesantren salafiah, jadi fanatisme masyarakat terhadap ajaran agama masih cukup tinggi. Kami sebagai wadah aspirasi ulama dan tokoh masyarakat tetap menolak keberadaan camat perempuan," ujarnya.
 
Menurut Bai, tak hanya  MUI, puluhan ormas keagamaan juga menolak dan rencanaya setelah penggalangan tandatangan warga, warga akan melaksanakan aksi.
 
"Ratusan tanda tangan penolakan camat perempuan sudah kami kumpulkan. Kami sudah komunikasi kepada Bupati Tangerang serta dan Sekda. Kalau tidak ada respon rencananya kami akan menggelar aksi demontrasi," Imbuhnya.
 
Sekedar informasi, Endang Sulistiyawati yang sebelumnya menjabat sekcam Cisauk diangkat menjadi Camat Sindang Jaya oleh Bupati Tangerang melalui pelantikan yang digelar di pendopo bupati, Rabu (12/2). Endang menggantikan camat Sindang Jaya Abdul Ijjah yang meninggal dunia. (day)

Ditolak Warga, Camat Sindang Jaya Akan Tetap Ngantor

SINDANG JAYA - Meski mendapatkan penolakan dari berbagai elemen masyarakat, Endang Sulistiawati mengaku akan tetap menjalankan jabatannya sebagai Camat Sindang Jaya. Dirinya mengaku akan patuh terhadap instruksu Bupati Tangerang yang telah memberi amanah kepada dirinya. 
 
 
Saat dihubungi wartawan jurnal tangerang.com, Endang Sulistiawati hanya menjawab melalui pesan singkat. Menurutnya jabatan akan dijalankan sesuai amanah bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. 
 
"Saya hanya PNS, dimanapun saya ditempatkan akan patuh atas intruksi yang di berikan pimpinan yakni Bupati Tangerang. Saya akan tetap taat sesuai sumpah jabatan pada saat dilantik," ungkap Endang. 
 
Lebih lanjut mantan Sekcam Cisauk ini menuturkan, sesuai surat keputusan dia akan langsung menjalankan tugasnya pada Senin awal pekan depan. "Hari jumat ini saya sedang istirahat di rumah karena sakit. Saya akan mulai masuk kantor Senin depan," terang mantan Lurah Bencongan Indah ini. 
 
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Sindang Jaya dari berbagai elemen masyarakat Kecamatan Sindang Jaya menolak kehadiran camat perempuan. Selain di wilayah ini masih banyak pesantren salafi, pemimpin perempuan dalam agama Islam memang dilarang.
 
Penolakan itu datang langsung dari Majelis Ulama Indonesia dan dari tokoh Nahdiyin dan tokoh masyarakat lainnya. Sebab dalam paham mereka, kaum perempuan belum bisa dijadikan sebagai pemimpin umat di suatu wilayah. (day)

Pemalsu Air Mineral Merk Aqua Dibekuk Polisi

TIGARAKSA - Jajaran Satreskrim Polres Kota Tangerang menangkap AU (26) pelaku pengoplos air mineral merk aqua palsu. Warga Kampung Jaha RT 02/03, Kelurahan Malangnegah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang ini ditangkap tangan saat tengah mengisi air mineral palsu ke dalam galon didepot pengoplos miliknya.
 
Kasubag Humas Polres Kota Tangerang, AKP Agus Priyono mengatakan pelaku ditangkap Rabu (12/2) sore. Penangkapan ini dilakukan setelah adanya laporan dari warga terkait adanya pengisian air mineral merek aqua palsu yang di lakukan oleh tersangka AU.
 
"Kita dapatkan laporan dari warga yang mengatakan adanya pengoplosan air mineral merek Aqua Palsu disana, lalu kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat menangkap pelaku," kata Agus. Kamis (13/2).
 
Kepada polisi AU mengaku mendapatkan air mineral untuk diisi ke dalam galon merek Aqua dari PT. Tirta Wahana Prima yang berada di Bogor, Jawa Barat, sedangkan tutup galonnya pelaku dapat dari pengepul barang bekas.
 
"Pelaku dapat suplay airnya dari bogor, jadi dimasukkan kedalam galon-galon Aqua dan ditutup dengan label aqua," jelasnya kembali.
 
Sementara itu pelaku AU mengatakan dirinya sudah memproduksi Aqua palsu tersebut selama empat bulan dan air mineral yang ia dapat dari bogor disimpan di tangki dengan kapasitas 8.000 liter yang terbuat dari plastik.
 
"Saya sudah memproduksi selama empat bulan, sebelumnya saya membuka depot pengisian air isi ulang lalu saya iseng mencoba memalsukan air aqua ini," ujarnya.
 
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 2 karung limbah tutup galon merek Aqua, dua tabung filter air, 3 buah filter air, mesin air merek shimizu, 101 galon Aqua berisi air palsu 1 buah mesin ultrafiolet.
 
Pelaku dijerat pasal 62 UU RI No.8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan pasal 24 ayat 1 UU RI No.5 tahun 1984 tentang perindustrian dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (day) 
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn