Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 481
PAGEDANGAN - Puluhan Warga Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang mendatangi Mapolsek Pagedangan, Sabtu (1/2). Warga mendesak polsek untuk menghukum para pelaku pencurian makam seberat-beratnya. 
 
 
Informasi yang dihimpun jurnaltangerang.com, sebanyak 81 makam di tempat pemakaman umum (TPU) Cihuni dibongkar. Aksi nekat ke tiga pelaku ini sudah berlangsung selama tiga minggu terakhir. 
 
Salah satu tokoh masyarakat Cihuni Saprudin mengatakan, puluhan kuburan yang berisi tulang-belulang manusia digali dan tulang belulang itu dipindahkan kemakam lain yang tidak diketahui sanak saudaranya. Diduga pencurian makam ini dilakukan oleh orang-orang suruhan pengembang yang ingin menguasai lahan kuburan. 
 
"Tiga pelakuknya tertangkap warga saat menggali makam. Kini plaku berinisial i, d dan a itu diamankan di Mapolsek Pagedangan. Kami mendesak polsek untuk menghukum seberat-beratnya para pelaku pencurian makam ini," ujar Saprudin. 
 
Menurunya, aksi bejat pelaku ini sudah tidak mempunyai perikemnusiaaan. Karena warga cihuni sudah menolak tawaran penghembang untuk meruslagh TPU seluas 7.000 meter persegi itu. Tapi pengembang menghalalkan segala cara untuk menguasai lahan. 
 
"Rumah warga sudah banyak tergusur oleh pengembang. Sekarang orang meninggalpun mau di gusur juga. TPU Cihuni ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, bahkan tanah TPU sudah bersertifikat. Kami tetap menolak tawaran pengembang. Sampai saat ini belum ada musyawarah antara pengembang dengan warga," bebernya. 
 
Sementara Kapolsek Pagedangan Murodih mengungkapkan, pelaku sudan diamankan di Mapolsek untuk menjalani proses penyidikan. "Saat ini kami sudah mengamankan ke tiga pelaku, kami jerat dengan pasal pencurian dengan ancamanya di atas lima," ujarnya. (day)
 

Turap Kembali Ambrol, Bina Marga Tutup Mata

SUKAMULYA - Turap sepanjang kurang lebih 50 meter, penyangga jalan lintas tengah (Jaliteng) kembali ambrol untuk ke sekian kalinya. Sampai saat ini Dinas Binamarga Kabupaten Tangerang belum lakukan perbaikan.  
 
 
Pantauan wartawan jurnal tangerang.com di Desa Buniayu, Kecamatan Sukamulya, turap penahan jalan ini, diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, baru beberapa bulan lalu dikerjakan, turap ambrol tidak kuat menahan beban di musim hujan. 
 
Diduga pengerjaan turap ini asal jadi. Selain tidak ada papan informasi, turap seharga Rp 400 Juta dari APBD 2013 ini sudah banyak yang retak-retak. Wajar saja jika diguyur hujan turap jadi ambrol. 
 
"Ini kejadian yang ke sekian kalinya, beberapa bulan lalu turap ambrol, tapi karena dibiarkan tanpa perbaikan dari dinas terkait, sekarang ambrol lagi. Bisa-bisa ambrolnya turap ini akan terus meluas, karena bagian turap lainnya mulai retak-retak," ujar Muhamad, warga Buniayu, saat ditemui di lokasi. 
ol.
 
Pelaksana proyek Jaliteng PT Barito Rermai, Evi membantah jika perusahaan miliknya yang mengerjakan turap Jaliteng ini. Perusahaan miliknya hanya mengerjakan badan jalan saja, sementara turap dikerjakan oleh perusahaan berbeda. 
 
"Saya sendiri tidak tahu karena itu pagu proyek yang berbeda. Perusahaan kami hanya membangun jalan dan jembatan saja," tukasnya.
 
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bina Marga belum dapat dimintai komentarnya. (day)

Oknum Pegawai BP2T Terlibat Percaloan

TIGARAKSA - Maraknya bangunan yang berizin tapi bermasalah, diduga akibat adanya aksi percaloan. Salah satu staf Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Tangerang menjalani pembinaan karena terlibat percaloan perizinan, salah satu pabrik yang disegel Satpol PP, beberapa waktu lalu. 
 
 
Oknum Pegawai BP2T berinisial (S) saat ini menjadi perbicangan di lingkungan BP2T. S diduga terlibat langsung aksi percaloan dalam pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) PT Xin Yuan Steel. Peruasahaan peleburan Baja di jalan raya Serang KM 25 Desa Sentul Jaya, Balaraja ini dinilai bermasalah. 
 
Salah satu pegawai BP2T Hendra mengatakan, oknum pegawai BP2T berinisial S, saat ini bertugas sebagai kelompok kerja (Pokja) wilayah Balaraja. Pengawai pokja oerizinan ini sudah dipanggil untuk ditegur dan dilakukan pembinaan. 
 
"Pak Kaban dan pak Kabid sudah melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan. Saat ini dalam pengawasan kepala badan, jika terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai dengan aturan yang ada," ungkap Hendra, kepada jurnal tangerang.com. 
 
Menurut Hendra, informasi yang beredar di kantor, perizinan yang dilakukan  PT Xin Yuan Steel kepada pegawai berinisial S itu hanya bersifat pribadi. Karena tidak dilaporkan ke institusi pemerintah, maka perizinan itu tidak dikeluarkan secara resmi. 
 
"BP2T belum mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) PT Xin Yuan Steel, kalau izin peruntukan sudah. BP2T mengeluarkan Izin IPR itu berdasarkan rekomendasi serta kajian team teknis dari BLHD," ungkapnya. 
 
Menurut Hendra, untuk mengeluarkan IMB, harus memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai Peraturan Daerah. "Jika semua persayaratan tidak dipenuhi, BP2T tidak akan mengeluarkan izin," tukasnya. 
 
Di informasiknlan sebelumnya PT Xin Yuan Steel disegel satpol PP karena tidak berizin. (day)

Ambil Uang PKH, Warga Rela Berjemur

SINDANG JAYA - Ratusan warga Kecamatan Sindang Jaya harus rela berdesak-desakan dibawah terik matahari, Jumat (31/1). Antrian ratusan warga ini hanya untuk mengambil bantuan langsung yang dikemas dalam program keluarga harapan (PKH).
 
 
Salah satu warga Sindang Sono, Kecamatan Sindang Jaya, Rohimah menuturkan, sesuai arahan ketua RT dan RW setempat, ratusan warga mengantre sejak pagi hingga sore hari untuk mengambil uang PKH. Program Kementerian Sosial ini diberikan kepada warga miskin yang masih memiliki anak sekolah.
 
"Sebelumnya memang sudah didata oleh ketua RT masing-masing. Bagi yang terdata, mereka bisa mengambil uang PKH ini sekitar Rp 550 ribu," ujarnya, kepada jurnaltangerang.com, disela-sela antrean warga lainnya.
 
Meski hanya sebesar Rp 550 ribu untuk tiga bulan, menurut Rohimah, sudah bisa sedikit membantu warga. Sebab pasca dihentikannya program bantuan langsung tunai (BLT) oleh pemerintah pusat, warga tidak mendapat bantuan lagi dari pemerintah.
 
"Paling tidak, program PKH ini bisa sedikit membantu warga. Terutama warga miskin yang memiliki anak sekolah, seperti saya ini," ungkapnya. 
 
Sementara warga Kampung Cayur RT 01/01 Desa Sindang Sono, Aswini mengatakan, meskipun harus mengantre dibawah terik matahari, dirinya tetap semangat untuk mendapatkan uang PKH. Sebab jika tidak diambil, uang tersebut akan hangus.
 
"Ya panas-panasan sedikit mah wajar saja pak, kan mau dapat uang. Masa iya panas segini saja masih ngeluh," tuturnya.
 
Di Kecamatan Sindang Jaya sendiri, terdapat sebanyak 937 orang yang tersebar beberapa desa. Masing-masing keluarga harapan mendapatkan uang sebesar Rp 550 ribu untuk tiga bulan. 
 
"Kami bersyukur di sini tidak ada potongan uang PKH seperti yang terjadi di desa-desa lainya. Tapi kami hanya memberi kepada petugas seikhlasnya," terang Odah, warga lainya. (son)

Gedung Dewan Sementara Memprihatinkan

TIGARAKSA – Gedung DPRD Kabupaten Tangerang sementara, yang berada di sebelah gedung BKPMD, Puspemkab Tangerang, kondisinya memprihatinkan. Selain toilet yang tidak berfungsi dengan baik ruangan-ruangan yang dinilai kurang memadai. 
 
 
Ketau Fraksi Partai Amanat Bangsa Marlan Akip mengatakan, selain toilet umum yang tidak bisa dipakai karena banjir, ruang-ruang dalam gedung tersebut juga sangat kecil dan belum mencukupi untuk kerja dewan. 
 
Menurutnya, dewan memahami untuk berkantor sementara di gedung ini, selama gedung DPRD direnovasi. Akan tetapi seharusnya sebelum dipakai, pihak-pihak terkait mengecek terlebih dahulu kesiapan gedung tersebut. Yang ada sekarang tidak pantas dijadikan kantor dewan, mengingat masih banyak ruangan yang bocor.
 
"Lihat saja kondisinya bocor dimana-mana hingga menyebabkan banjir. Kalau ruangangan kerja yang bocor tidak menimbulkan dampak lainnya, tetapi kalau toliet yang bocor kan menimbulkan bau tidak sedap," ujar Marlan kepada jurnal tangerang.com. 
 
Saat pertama anggota dewan menempati gedung ini, memang belum kelihatan ruangan yang bocor. Namun saat hujan turun, barulah mulai nampak bagian-bagian gedung dewan yang bocor. Pihaknya sangat menyayangkan atas kondisi gedung ini. 
 
Sekretaris Dewan, Surya Wijaya mengatakan, sebelum menempati gedung ini, pihaknya telah melaporkan kondisi yang ada. Karena kondisinya mendesak, gedung DPRD akan direnovasi, maka dewa menerima untuk menempati gedung ini. 
 
"Sudah kami laporkan kondisi yang ada ke SKPD berwenang. Kami juga tidak mau disalahkan atas kondisi beberapa ruang yang bocor. Sebab saat akan ditempati, kondisinya sudah ada yang bocor," terang Surya.
 
Untuk diketahui gedung DPRD Kabupaten Tangerang saat ini dalam tahap renovasi. Gedung wakil rakyat itu direhab dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 11.191.214. Proyek yang dikerjakan oleh PT Gema Gita Nusantara dan direncanakan akab selesai 31 Agustus 2014 mendatang. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn