Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 129
CIKUPA - Armada pengangkut sampah milik Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Tangerang, dengan No Pol B 9053 GOD beralih fungsi untuk angkutan limbah. Padahal persoalan sampah di sejumlah wilayah belum juga tertangani dengan baik. 
 
Pantauan jurnaltangerang.com, truk sampah yang seharusnya digunakan untuk mengangkut sampah di hari kerja itu, malam terparkir di salah satu lapak limbah, di jalan Raya Serang KM 22 Kawidaran, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa. Mobil ber plat merah bertuliskan DKPP itu terlihat memasuki lapak limbah sekitar pukul 08.30 WIB, Senin (28/4). 
 
Setibanya dilapak limbah, terlihat salah seorang kernet menurunkan barang bekas brupa kardus dan busa serta limbah kertas lainya. Mobil milik dinas kebersihan, sengaja disewakan oleh oknum pegawai Dinas kebersihan.
 
Salah satu pejabat pada Dinas Kebersihan Abdul Munir membenarkan jika mobil yang ada dalam foto tersebut adalah milik Dinas Kebersihan. Tapi dirinya menyayangkan jika mobil tersebut digunakan untuk kepentingan perusahaan tertentu, apalagi di hari kerja. 
 
"Ya memang benar mobil tersebut milik Dinas Kebersih, karena tulisan di atas kaca dengan ciri khusus tidak tertera, kemungkinan kendaraan yang parkir di lapak limbah itu milik kecamatan," ujar Munir. 
 
Anggota DPRD Kabupaten M Nawa Said Dimyati menuturkan, pada dasarnya mobil pengangkut sampah milik DKPP semestinya di gunakan untuk keperluan mengangkut sampah. Akan tetapi kalau dipakai untuk kepentingan swasta pada dasarnya tidak menjadi maslah asalkan hitung-hitunganya jelas. 
 
"Saat ini memang mobil dinas kebersihan di kelola oleh perorangan dan dengan menyetor ke DKPP. Akan tetapi payung hukumnya tidak ada dan jelas-jelas rawan untuk diselewengkan. Kalau sampah pasar aja masih menggunduk sementara mobil pengangkut sampah di gunakan untuk membawa limbah pabrik jelas tidak dibenarkan, pokonya prioroitaskan dulu kepentingan umum," ujar Nawa. (day) 
 

Polisi Belum Ungkap Pemilik Paket Ganja

BALARAJA - Penemuan Ganja sebanyak dua paket yang di temukan warga Desa Benda Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, Minggu (27/4) sampai saat ini belum terungkap. Hingga kini polisi belum memngidentifikasi siapa pemilik paket yang membuat heboh warga tersebut. 
 
Kapolsek Balaraja Kompol Dodi Prawira Negara mengakui pihaknya masih kesulitan mengungkap temuan paket ganja kering siap edar ini. Pihkanya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk penyelidikan lebih lanjut. 
 
"Saat ini kami masih menyelidiki motif serta kepemilikan ganja yang di temukan di pekarangan warga itu," ujar Kapolsek Balaraja. 
 
Diberitakan sebelumnya Warga RT 03/01 Desa Benda, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan pememuan Ganja kering di pekarangan rumah salah seorang warga bernama Entin. Peristiwa yang terjadi sektiar pukul jam 09.00 WIB, itu langsung dilaporkan ke Polsek Balaraja.   
 
Informasi yang dihimpun jurnaltangerang.com, penemuan ganja yang tersimpan di dalam kantong plastik berwarna hitam ini sempat menghebohkan warga Benda. Benda haram itu ditemukan oleh seorang ibu rumah tangga bernama saat sedang membersihkan area pekarangan rumahnya. (day)

Kandang Ayam Ilegal Resahkan Warga

KEMERI - Keberadaan kandang ayam di Kampung Santri Desa, Kemiri, Kecamatan Kemeri, kian meresakan warga sekitar. Kadang ayam milik salah satu perusahaan itu, diduga tidak berizin. 
 
Salah satu warga setempat, Pardi mengatakan, keberadaan kandang ayam ini membuat polusi udara dan menyebabkan lingkungan tidak sehat. Setiap hari mengeluhkan bau tak sedap, karena kandang ayam ini berada tak jauh dari pemukiman warga. 
 
"Setiap harinya warga di sini merasakan bau tidak sedap. Apalagi sehabis panen, bau yang berasal dari ratusan kubik kotoran ternak ini menyebar hingga mencapai radius beberapa kilometer. Kami berhaarap agar pemerintah bisa memperhatikan kesehatan warga," ujarnya. 
 
Di Kecamatan Kemer sendiri kata Pardi, tepatnya di kampung Santri, ada tiga perusahaan ternak, yakni PT Abadi Jaya, Kemiri Jaya dan Asia Jaya. Setiap kandang ayam berisi sebanyak 10-50 ribu ekor ayam untuk satu kali musim panen.
 
"Kami berharap agar Pemda Tangerang segera menutup kandang ayam yang diduga tidak berizin itu. Bayangkan saja mas, kalau ternak ayam tidak segera di tutup, kami hawatir seluruh warga akan terkena penyakit akibat pilusi udara," tegasnya. 
 
Pantauan  di lokasi, kandang ayam bukan hanya saja berada di Desa Kemeri, tapi tersebar hampir di Setiap Kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Kresek dan Gunung Kaler serta Kecamatan Tigaraksa. Sejauh ini pengawasan dan pengendalian dari dinas peternakan dan dinas kesehatan masih lemah. (day) 

Mantri Pasar Diduga Gelapkan Kios Milik Pengembang

BALARAJA - Kepala Pasar Sentiong Hafid Fauzi diduga menggelapkan salah satu kios milik pengembang di blok GK No 79. Meski secara administrasi kios tersebut belum ada jual beli, namun warga bernama Karim mengklaim telah membeli kios tersebut dari mantri pasar.
 
Informasi yang dihimpun jurnaltangerang.com, kios berukuran 2x3 meter itu, dijual oleh Hafid kepada Karim seharga Rp 85 juta. Namun PT Andita Mas selaku pengembang pasar sentiong merasa belum pernah menjual kios tersebut. Dan sampai saat ini, pengembang tidak mengeluarkan administrasi apapun. 
 
Kepala Kantor PT Andia Mas selaku pengembang  pasar Semi Modern Sentiong Bambang Palgunadi membenarkan adanya dugaan penjualan kios yang dilakukan oknum PD Pasar tersebut. Namun sampai saat ini yang bersangkutan tidak melaporkan data penjualan. 
 
"Ya, saya mendapatkan kabar Kios Blok GK no 79 sudah dijual ke pedagang. Namun dari data penjualan, kios yang berlokasi di Blok KB No 79 belum ada penjualan. Tetapi kios tersebut sudah diklaim oleh pedagang. Kami pun heran, karena setiap transaksi penjualan melibatkan administrasi penjualan di kantor kami," tegasnya. 
 
Meski dikabarkan kios itu telah dijual oleh Mantri Pasar, tapi secara yuridis formal kios tersebut masih tetap milik pengembang. Karena transaksi jual beli tanpa sepengetahuan pengembang. 
 
Direktur Operasional PD Pasar Dedi Supriadi merasa kaget atas peristiwa penggelapan kios yang dilakukan oleh anak buahnya tersebut. "Memang kepala Pasar sentiong pernah menceritakan ihwal penjualan kios pasar sentiong dan yang bersangkutan membantah adanya penggelapan kios," ujar Dedi Supriadi. 
 
Dedi menambahkan, dirinya justru menduga penjualan kios yang dilakukan anak buahnya ini karena berawal dari pengembang yang pernah menjanjikan kepada Mantri Pasar sebagai bentuk komisi penjualan kios. "Saya bukan mau membela anak buah saya, tetapi mungkin bisa saja pada saat pertama pembangunan, PT andita Mas pernah menjajnjikan komisi atas penjualan kios, karena informasinya bagi siapa saja yang membawa konsumen akan diberikan komisi Rp 1 juta per kios," ujarnya. 
 
Dihubungi terpisah Mantri Pasar Sentiong Hafid Fauzi membenarkan dirinya pernah menjual Kios di blok KB no 79 tersebut. Semula dirinya membantah menggelapkan  penjualan kios kepada pedagang, namun belakangan ini pelaku mengakui bahwa penjualan itu dilakukan karena dirinya pernah dijanjikan fee oleh pengembang. (day)

Pemerintah Desa Cengkudu Gelar Baksos

BALARAJA - Kesehatan ibu dan Anak harus terus dipertahankan agar selamat sampai masa persalinan. Janin yang berada dalam kandungan butuh asupan suplemen dan vitamin yang berasal dari makanan, maka perlu adanya pola makanan yang seimbang. 
 
Demikian dikatakan Amir Hamzah kepala Desa Cengkudu pada saat pembukaan bakti sosial dan pengobatan gratis yang dilaksanaan di Aula Desa Cengkudu, Kecamatan Balaraja. 
 
"Kami berharap warga Desa Cengkudu untuk berprilaku sehat, terutama untuk ibu hamil dan menyusi, serta Bayi yang berusia di bawah lima tahun. Saya berharap masyarakat berprilaku sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi," ujarnya. 
 
Dalam pengobatan ini kata Amir hamzah pemerintah bekerjasama dengan perusahaan yang ada di lingkungan Desa cengkudu, sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada lingkungan sekitar. "Kami berharap dengan diadakannya kegiatan pengobatan gratis ini, bisa menekan angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan. Masyarakat juga diharapkan memahami pentingnya kesehatan," tegasnya. 
 
Pengobatan gratis dan pemeriksaan wanita hamil diikuti semua warga Desa Cengkudu. 
 
salah satu warga setempat Sumiati berharap agar kegiatan baksos seperti ini rutin dilaksanakan. "Kami merasa senang mendapatkan penyuluhan dan pengobatan gratis ini. Semoga acara ini terus dilakukan pemerintahan Desa Cengkudu," paparnya. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn