Iklan Kiri Rubrik (2)

Joged Cesar Jadi Trend Perlombaan HUT RI

SUKAMULYA - Berbagai atraksi perlombaan dilaksanakan di beberapa daerah dalam menyambut peringatan HUT RI ke 68. Mulai dari perlombaan panjat pinang, balap karung, tarik tambang, serta tidak kalah menarik adalah lomba joget ala cesar yang menjadi trend dikalangan masyarakat. 
 
Ketua BPD Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya, Madsuri mengatakan joged cesar memiliki keunikan tersendiri. Goyangannya sangat menarik dan cepat diingat sehingga, penonton yang hadir di buat ketawa. 
"Joged ala cesar yang sekarang menjadi ngetren dikalangan masyarakat, karena goyangan ini sangat menarik. Sebelumnya goyangan ini pernah dijadikan icon di acara yuk kita sahur di Trans TV," ujar Madsuri yang juga ketua panitia HUT RI ke 68 di Desa Bunar. 
Karena unik untuk di tampilkan di acara lomba goyang dalam peringatan HUT RI ke 68, sehingga penontonya yang hadir bisa membludak. Saat ini di Desa Bunar sendiri ada tiga titik kegiatan peringatan HUT RI yang menampilka lomba joged ala cesar.  
Madsuri menambahkan dengan dilaksanakanya acara HUT RI ke 68 ini bisa menjadi semangat nasionalime dan mengenang perjuanagan pahlawan yang telah gugur mempertahankan kedaulatan NKRI. 
"Sebagai penerus bangsa kita bersyukur sekali atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pahlawan kusuma bangsa. Sehingga kita harus tetap meneruskan cita-cita pendahulu kita," tukasnya. (day) 
 

Tanamkan Nasionalisme dan Semangat NKRI

BALARAJA - Jiwa nasionalisme dan sermangat NKRI harus menjadi dasar dan semangat untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. Belakangan jiwa nasionalisme dan pemahaman kebangsaan sudah mulai luntur di era masyarakt modernisasi ini. 
 
Tokoh masyarakat Tangerang Barat Isbandi mengatakan, belakangan ini jiwa nasionalisme sudah sedikit demi sedikit mulai pudar ditengah masyarakat Indonesia. Jangankan mengaplikasikan kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari, peringatan HUT RI ke 68 saja warga sudah banyak yang acuh tak acuh. 
"Perayaan HUT kemerdekaan kali ini bertepatan dengan bulan syawal pasca ibadah shaum di bulan ramadhan. Tentu dapat dimaknai dengan meningkatnya jiwa kesholehan anak bangsa. Kesholehan dimaksud memberikan peran ketaatan dalam menjalankan pengabdian dengan standar pengembangan sikap dan tindakan yang bermoral tinggi serta beriman dan bertaqwa," ujar Isbandi yang aktif sebagai akdemisi ini.
Menurutnya, dengan peringatan HUT kemerdekaan ini diharapkan terbentuknya sikap nasionalisme bangsa Indonesia untuk mampu menjadikan negara kesatuan Republik Indonesia sebagai negara adi daya yang mampu bersaing dengan negara lain, baik dari sisi pembangunan maupun kesejahteraan warganya.  
Isbandi menambahkan, beberapa tindakan kekerasan yang trjadi saat ini ditenggarai karena runtuhnya nilai moral anak bangsa. Sehingga sebagai generasi penerus bangsa tidak mampu memberikan nilai positif bagi lingkungannya, malah banyak peran negatif yang dilakukannya. 
"Beberapa tindakan kriminalitas, korupsi, dan tindakan yang tidak manusiawi lainnya sepatutnya segera diberantas dari bumi pertiwi. Pembiaran keadaan tersebut banyak memberi dampak rasa ketidak adilan dan ketidak nyamanan masharakat. Ini perlu adanya pembinaan generasi muda," tuturnya.  
Tokoh Tangerang Barat yang akan maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Banten ini berharap agar perayaan HUT kemerdekaan tahun depan agar lebih semarak lagi. Perbandingan antar bendera parpol dengan bendera merah putih saat ini sangat jauh. 
"Saya merasa pihatin di HUT RI ke 68 ini, karena perayaan di berbagai tempat tidak semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Apalagi jumlah bendera partai politik dan gambar calon anggota legislatif lebih banyak dari pada bendera merah putih," tukasnya. (day)

Bupati Kutuk Aksi Teror Yang Menimpa Kepolisian

TIGARAKSA - Bupati Tangerang Ahmad zaki Iskandar mengutuk keras, tindakan aksi teror yang menewaskan dua anggota polisi di Pondok Aren. Bupati berharap pelaku segera tertangkap dan kasusnya segera terungkap. 
 
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, tindakan aksi teror terhadap siapapun harus diberantas. Apalagi aksi teror dilakukan kepada kalangan kepolisian yang seharusnya mereka bisa memberikan rasa amana terhadap masyarakat. 
Zaki mendapat informasi bahwa sebelum peringatan HUT RI ke 68 ini digelar, ada angggota kepolisian Sektor Pondok Aren, Tangerang Selatan yang menjadi sasaran penembakan orang tak dikenal. Dua dari empat polisi yang melakukan aksi adu tembak dengan pelaku teror tewas, saat mereka akan mengikuti apel peringatan HUT RI. 
"Saya berharap kepolisian segera menangkap pelaku pembunuhan terhadap ke dua anggota kepolisian Sektor Pondok Aren itu,"ungkap Zaky Iskandar, usai memimpin upacara peringatan HUT RI ke 68 di lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Sabtu (17/8).  
Zaky menambahkan, apapun bentuknya teror tidak dibenarkan, apalagi kejadian tersebut bertepatan dengan peringatan HUT kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai kepala daerah pihaknya mengucapkan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa dua anggota Polsek Pondok Aren. 
"Apapun bentuknya teror dan kekerasan tidak di benarkan, terlebih menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI seperti sekarang ini," paparnya.  
Diberitakan sebelumnya dua anggota kepolisian tewas diterjang peluru oleh orang tidak dikenal. Aksi tersebut dilakukan saat menjelang HUT RI kemerdekaan. Kedua anggota Polsek Pondok Aren yang tewas di ketahui bernama Aiptu Koeshedratno dan Bripka A Maulana. Keduanya tewas setelah baku tembak dengan para teroris saat melakukan patroli. (day)

Peringati HUT RI, Bupati Bantu Veteran

TIGARAKSA - Sebanyak 300 orang lebih anak veteran yang masih duduk di bangku SD dan SMP diberikan bantuan oleh Bupati Tangerang pada peringatan hari kemerdekaan. Selain itu, Bupati juga memberi bantuan kepada veteran dan janda veteran yang masih ada. 
 
Secara simbolik bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, usai memimpin apel peringatan HUT RI ke 68 di lapangan Maulana Yudha Negara, Tigaraksa, Sabtu (17/8). Terlihat sejumlah janda dan para pejuang kemerdekaan terharu menerima bantuan tersebut. Selain itu, para penyandang cacat dan GNOTA juga mendapat bantuan. Selain itu, bupati juga memberikan penghargaan kepada pengrajin topi bambu yang telah membuat kreatifitas dengan memperhatankan produk andalan yang menjadi ciri khas ikon Kabupaten Tangerang
Bupati berharap, penghargaan ini dapat memberikan motivasi dan semangat hidup kepada janda veteran perang dan merupakan bentuk penghargaan kepada jasa veteran yang telah mempertahankan NKRI. 
"Semoga janda veteran tetap bersemangat menjalani hidup dan mempertahankan NKRI ini. Kami memberikan penghargaan yang setingginya kepada veteran perang," ungkap bupati Ahmed Zaki Iskanadar. 
Sementara upacara yang dilaksanakan di lapangan Maulana Yudha Negara Tigaraksa ini berlangsung hidmat. Terlihat beberapa anggota DPRD Kabupaten Tangerang dan SKPD serta camat dan lurah se Kabupaten ikut hadir dalam apel HUT kemerdekaan tersebut. 
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Amran Aripin mengatakan, peringatan HUT RI ke 68 ini tidak lagi semarak seperti tahun-tahun sebelumnya. Minimnya nasionalisme dari masyarakat dihawatirkan akan berdampak terhadap rendahnya penghargaan kepada pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. 
"Nasionalisme masyarakat terhadap nilai-nilai perjuangan semakin menurun, bahkan terlihat pengibaran bendera merah putih yang menjadi semangat perjuangan rakyat Indonesia, saat ini juga mulai minim, masih kalah dengan bendera serta atribut partai politik dan gambar caleg," tukasnya. (day)

Camat Sepatan Tak Hargai HUT RI

SEPATAN - Unsur muspika Kecamatan Sepatan dinilai sudah tidak menghargai perjuangan bangsa Indonesia terdahulu. Warga dan tokoh masyarakat cukup meyesalkan sikap mereka yang tidak menggelar apel maupun kegiatan peringatan HUT RI ke 68.  
 
Salah satu warga Sepatan, Moh Jembar mengatakan, tidak adanya apel dan kegiatan pada perayaan HUT RI ke 68 ini, menandakan sudah matinya rasa kebangsaan para pemimpin di tingkat Kecamatan Sepatan. Mereka sudah tidak lagi menghormati dan bertanggungjawab terhadap bangsa dan negara.  ini. 
"Ini menandakan telah hancurnya mental para penyelennggara pemerintahan di tingkat Kecamatan Sepatan. Seharusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada masyarakat untuk mencintai bangsa dan negara ini," ujarnya kepada jurnal tangerang.com, Sabtu (17/8). 
Semua unsur masyarakat Kecamatan Sepatan, sangat kecewa terhadap sikap pemimpin yang saat ini ada. Selain tokoh masyarakat, pemuda dan warga, anak-anak sekolah yang biasanya mengikuti kegiatan upacara kenaikan bendera saat peringatan HUT RI. Mereka tidak diajarkan untuk mencintai bangsa dan tanah airnya sendiri.  
"Ternyata mental-mental para pemimpin daerah kususnya Kecamatan Sepatan, telah rusak oleh kepentingan yang bodoh," tukas Jembar.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Sepatan, Nurul Hayati belum dapat memberikan tanggapannya. Saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak ada jawaban. (han)
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn