Iklan Kiri Rubrik (2)

Pemkab Diharap Tambah Sarana Kesehatan

TANGERANG - Pemkab Tangerang berencana mendistribusikan kartu sehat pada September 2013 mendatang. Dengan demikian sarana penunjang seperti puskesmas dan rumah sakit harus di perbanyak. 
 
Tokoh masyarakat Tangerang Barat Agus Supriatna mengatakan, saat ini masih ada saja warga Kabupaten Tangerang yang ditolak saat masuk rumah sakit dengan alasan tidak ada kamar kosong, terutama bagi pasien kelas tiga atau pasien miskin. 
Seperti yang dialami Nana, warga Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya belum lama ini. Satibi ornag tua korban terpaksa harus merawat anaknya diruang paviliun RSU Tangerang, karena pihak rumah sakit menolak pasien miskin tersebut. 
"Semstinya bupati tangerang memprioritaskan sarana penunjang diantaranya memperbanyak ruangan kelas tiga, karena selama ini banyak warga yang mengeluh ketika mau berobat, pihak rumah sakit selalu menolak pasien dengan alasan ruangan kelas tiga penuh," ujarnya
Agus menambahkan bahwa bupati tangerang harus turun ke bawah jangan hanya mendengar laporan dari bawahanya. Sesekali blusukan ke bawah cek rumah sakit umum daerah Tangerang dan Balaraja. Bila perlu bupati menyamar menjadi keluarga  pasien, karena dengan mendengar laporan bawahannya tidak cukup. 
"Bila perlu Bupati investigasi sendiri menyamar menjadi keluarga pasien tidak mampu, pasti bahasa yang keluar dari pihak rumah sakit ruangan kelas tiga penuh," ungkap Agus.  
Bupati Tangerang Ahmed Zaky Iskandar mengatakan, Pemkab Tangerang dalam waktu dekat akan mendistribusikan kartu sehat. "Sekitar 40 ribu kartu sehat akan mendistribusikan kepada warga miskin yang tersebar di 29 kecamatan di kabupaten tangerang. Tujuanya untuk mempermudah pelayanan berobat, agar nantinya masyarakat bisa berobat gratis di setiap rumah sakit," tukasnya. (day)
 

Dinkes Gelar Seminar Penanggulangan AIDS

TIGARAKSA - Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tangerang menggelar Raker Penyusunan Aksi Daerah dan Perencanaan Penganggaran Responsif Gender dalam Penanggulangan HIV dan AIDS, Selasa-Kamis 20-22 Agustus 2013 bertempat di Soll Marina Hotel Serpong.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Nanik Isnanini mengatakan yang terpenting tersusunnya Rencana Aksi Daerah, tambahnya setelah RAD tersusun diharapkan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait bisa berperan aktif secara maksimal.
"Bukan hanya dari Dinas Kesehatan saja, bahkan dari dinas lain yang terkait seperti Dinas Perhubungan dengan masih banyaknya di wilayah Cikupa “laki suka laki,” terangnya.
Setelah rencana aksi tersusun maka tinggal pelaksanaannya saja yang dapat diawali dari sosialisasi. Masyarakat juga harus terlibat. Dicontohkan, seperti prostitusi di Dadap sekarang sudah melebar di luar kosambi, peran masyarakatlah yang dapat meminimalisir seperti kasus didadap tersebut. Tidak lupa peran MUI dan unsur Muspida yang lain juga sangat penting.
Nanik juga menjelaskan bahwa “gender” itu bukan hanya sebatas jenis kelamin atau khususnya hanya terkait masalah wanita saja, tapi lebih keperan dan kebijakan diperencannan harus mengaspirasikan semua jenis kelamin tidak hanya wanita saja. "Dengan kegiatan seperti ini kita bisa melihat akar permasalahan HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Tangerang," tukansya.  
Asisten Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten Arief Mulyawan mengatakan acara ini digelar sebagai proses pencegahan HIV dan AIDS harus punya rencana kerja dan aksi yang jelas agar sasarannya tepat, dan dalam rangka pencegahan HIV AIDS di Kabupaten Tangerang.
"Kegiatan ini mencari solusi bagaimana keluar dari bantuan luar negeri “Global Found” dari PBB Geneva yang mengedepankan isu pembangunan masyarakat," tuturnya.
Kerjasama bantuan luar negeri tersebut dari tahun 2007 dan berakhir pada tahun 2015, ucap Arief.
“Diharapkan kita memiliki backup dana, backup data untuk selanjutnya dalam rangka menjalankan kegiatan yang sudah berlangsung,” katanya.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tangerang yang juga merupakan salah satu Kasubag di Bappeda Kabupaten Tangerang Evi menjelaskan masih banyak pekerjaan rumah kita untuk menanggulangi HIV AIDS ini, mari kita sama-sama benahi agar ODA (Orang Dengan AIDS) ini semakin lama semakin berkurang khususnya di wilayah Kabupaten Tangerang. 
Adapun narasumber berasal dari KPA Nasional, KPA Provinsi Banten, NU Provinsi Banten, Dinkes Kabupaten Tangerang, Bappeda, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BKB & PP Kabupaten Tangerang.
Hadir pada acara tersebut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Maesyal Rasyid, Kepala BPKAD Edi Junaedi, Kepala Bapeda Dedi Sutardi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hj.Nanik Isnaini, Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Tangerang Deden Sumantri, Kasat Binmas Polres Kota Tangerang Beni serta unsur BKN. (jie)

PKL Ancam Aksi Demo

BALARAJA - Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Provinsi Banten mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa menentang pengusuran yang dilakukan oleh PD Pasar Jaya terhadap PKL Pasar Sentiong. PD Pasar Kerta Raharja hendaknya tidak memaksa para PKL untuk menempati kios baru. 
 
Wakil ketua APKLI Provinsi Banten Abdul Latif mengatakan, jika PD Pasar Kerta Raharja tetap memaksa para PKL, sama saka Pemkab Tangerang tidak mimikirkan nasib mereka. Selama ini para PKL sudah nyaman menempati tempat jualan yang ada, namun Pemkab Tangerang memaksa mereka untuk menempati kios dan los baru dengan harga yang tidak terjangkau. 
"Kami dari asosiasi yang menaungi PKL akan melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Tangerang. Seharusnya pemerintah mengacu kepada Peraturan Presiden No. 125 Tahun 2012 dan Permendagri No 41 Tahun 2012 tentang penataan dan pemberdayaan PKL," ujarnya. 
APKLI secepatnya kami akan turun ke Pasar Sentiong untuk melihat kondisi PKL yang terancam di gusur. Jika Pemkab Tangerang melalui PD Pasar Kerta Raharja tetap memaksa menggusur mereka, APKLI akan melakukan advokasi untuk membela pedagang kaki lima. 
Ia mencontohkan penaganan PKL yang terjadi di Jakarta, Pemprov DKI meneribkan PKL dengan pendekatan persuasif sehingga PKL tidak merasa dipaksa untuk pindah. Penertiban PKL di Jakarta harus menjadi contoh Pemkab Tangerang dalam penertiban PKL. 
Diberitakan sebelumnya PKL mengeluhkan rencana penertiban yang akan dilaksanakan, Rabu (28/8) besok. Salah satu PKL Abdullah mengatakan, bahwa PKL merupakan pedagang yang kecil yang bermodalkan pas-pasan. "Jika kami harus membayar kios ukuran 3X3 meter seharga ratusan juta rupiah, tentu kami tidak sanggup," tukasnya. (day)

14.099 Lowongan Kerja di Job Fair

KELAPA DUA - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan puluhan perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang menggelar bursa kerja/Job Fair di pelataran Atrium Lippo Karawaci, Rabu (21/8).
 
Kepala Dinas Disnakertrans Kabupaten Tangerang Hary Heriyanto, pada saat pembukaan bursa kerja mengatakan, bahwa Pelaksanaan kegiatan Job Fair sebagai salah satu bentuk upaya Disnakertrans untuk mengurangi angka penganguran di wilayah Kabupaten Tangerang, tutur Hary.
"Bursa kerja merupakan salah satu cara mengurangi tingkat pengangguran di kabupaten tangerang, dan akan ditingkatkan terus setiap tahunnya".
Lanjut Hary, Maksud dan tujuan diselengarakannya Bursa Kerja atau Job Fair ini sebagai salah satu upaya untuk mempertemukan langsung antara para pencari kerja dan pihak perusahaan yg membutuhkan tenaga kerja, sehingga pelaksanaan rekrutmen dapat dilakukan secara terbukan dan langsung, tambahnya.
Dalam Pelaksanaan bursa kerja ini menghadirkan sebanyak 38 perusahaan disekitar wilayah Kab.Tangerang yang saat ini sedang membuka lowongan, dengan total lowongan pekerjaan sebanyak 14.099 yang bergerak dalam bidang  manufacture, transportasi, kontraktor dan packaging. 
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Pembukaan pameran bursa kerja terpadu atau Job Fair merupakan salah satu agenda rutin Pemda Kabupaten Tangerang didalam memfasilitasi masyarakat pencari kerja, ujar Zaki.
"Pemkab Tangerang akan terus mengurangi tingkat penganguran setiap tahunya dengan cara mengadakan kegiatan bursa kerja," ujarnya.
Lanjut Zaki mengatakan, Sektor industri merupakan penyumbang ekonomi terbesar di Kabupaten Tangerang, namun hingga saat ini masih banyak ketimpangan lowongan kerja dan pencari kerja yang tidak sesuai dengan syarat perusahaan, tutur Zaki.
"Dengan adanya Job Fair diharapkan dapat mengurangi jumlah angka penganguran di Kabupaten Tangerang dan kepada pihak perusahaan agar dapat lebih memprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari wilayah Kabupaten Tangerang," Tandas Zaki. (jie)

Sebulan Dibangun Jalan Puspemkab Retak

 

TIGARAKSA - Baru sebulan dilintasi, jalan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang sudah mulai retak-retak. Diduga pembangunan jalan senilai Rp 4,4 Miliar itu berkualitas rendah. 
 
Salah satu warga sektiar Yusuf mengatakan, pembangunan lanjutan jalan lingkup Puspemkab Tangerang yang dianggarkan  dari APBD 2013 ini, dikerjakan oleh PT Gema Gita Nusantara dengan nilai anggaran Rp 4.400.606.000. Namun betonisasi yang menelan anggaran miliaran rupiah ini  dikerjakan asal-asalan. 
"Saya rasa kualitas pembangunan asal jadi, karena baru sekitar sebulan jalan ini dilalui kendaraan bertonase rendah saja, jalan sudah retak-retak," ujar Yusuf. 
Salah satu pengendara sepeda motor yang melintas di jalan tersebut, Jamal mengungkapkan, jalan beton di Puspemkab ini memang sedikit berbeda, tidak seperti jalan beton lainya. Biasanya jalan beton tidak bergelombang, sehingga membuat pengendara jadi nyaman. 
"Selain bergelombang, jalan beton yang baru ditempati ini juga sering berdebu. Saya tidak tahu apakah debu ini berasal dari semen beton yang sedikit mengelupas atau dari mana, yang jelas ini mengganggu bagi pengguna sepeda motor," tuturnya. 
Jamal berharap agar Pemkab Tangerang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum sebagai pelaksana proyek pembangunan jalan untuk mengawasi secara ketat pembangunan jalan. Bagi perusahaan yang bekerja asal jadi, dapat diberikan sanksi baik teguran tertulis sampai kepada blacklist perusahaan. 
Hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Tangerang maupun Direktur PT Gema Gita Nusantara belum dapat dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui telepon genggamnya, tidak ada jawaban. (day)
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn