Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 121
KELAPA DUA - Alfian bocah berusia 7 tahun ini sempat menghebohkan warga Kampung Gurubuk, Kecamatan Kelapa Dua, akhir pekan lalu. Dirinya yang tengah duduk di bangku kelas 1 SDN Garubug, dihebohkan disunat alias dikhitan oleh mahluk gaib atau yang lebih dikenal dengan sebutan Jin. 
 
Putra pertama pasangan Ahmad Yani dan herni ini, memang sehari sebelumnya meminta dikhitan. Namun karena kondisi ekonomi orang tuanya yang kerja serabutan, tidak segera dilaksanakan. Tiba-tiba pagi hari saat bangun tidur, Alfian merasa aneh penisnya sudah seperti orang yang pernah dikhitan. 
 
"Awlanya anak saya mengeluh sakit pada kemaluannya. Saat dilihat, kulit penutupnya sudah tidak ada, persis orang sudah disunat," tutur Herni, orang tua Alfian kepada wartawan. 
 
Sebelumnya menurut Herni, Alfian memang sering ngerengek ke orang tuanya untuk minta dikhitan. Tapi karena tidak mampu untuk membayar mantri sunat, maka dirinya tidak segera memenuhi permintaan bocah itu. 
 
"Alfian memang setiap hari minta disunat, tapi kami masih belum punya biaya. Makanya saya belum melakukannya," tuturnya. 
 
Mendengar fenomena unik ini, warga kampung Gurubug mendatangani rumah Ahmad Yani yang sederhana itu. Warga berbondong-bondong untuk melihat keajaiban yang dialami Alfian yang diduga disunat Jin. Sebagian warga memberikan uang kepada Alfian layaknya kepada pengantin sunat.
 
"Kalau kepercayaan warga di sini, kejadian seperti ini memang disunat Jin. Dan memang cukup langka orang yang mengalaminya," ujar Samsudin, warga setempat. (han)
 

GP Ansor Siap Sukseskan Musda KNPI

PASAR KEMIS - Perhelatan tiga tahunan DPD KNPI Kabupaten Tangerang yang akan digelar pada bulan Desember 2014 disambut baik oleh organisasi-organisasi kepemudaan. Tak terkecuali Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang siap mensukseskan Musda tersebut. 
 
Ditemui di sela-sela kegiatan Diklatsar Barisan Ansor Serbaguna (BANSER), Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda menyampaikan Musda KNPI haruslah menjadi momentum bagi Pemuda Kabupaten Tangerang untuk lebih fokus memikirkan masa depan serta bangkit untuk membangun Tangerang yang lebih maju.
 
Huda mengajak seluruh organisasi Kepemudaan yang terhimpun dalam KNPI untuk bersama-sama menyukseskan hajat bersama ini sekaligus menjadikan Musda KNPI sebagai ajang Evaluasi dan Refleksi bagi seluruh komponen pemuda dalam memainkan peranya sebagai dinamisator pembangunan. 
 
Menyinggung soal calon-calon ketua KNPI yang akan maju dalam Musda nanti, Huda berharap para kandidat memiliki visi misi yang kuat dalam rangka membangun dan memberdayakan pemuda Tangerang. 
 
Huda juga berharap agar dalam kontestasi Musda KNPI para kandidat lebih mengedepankan visi misi. “Jangan sampai kegiatan Musda ini dikotori oleh praktek-praktek yang bersifat pragmatis dan transaksional” papar Huda.
 
Kegiatan Diklatsar Banser yang dilaksanakan selama tiga hari diikuti oleh 100 kader Banser adalah program rutin yang dilakukan oleh GP Ansor Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini sebagai bentuk nyata pembinaan terhadap para pemuda. 
 
"Harapan kami, para Kader Banser ini nantinya menjadi kader-kader yang handal yang siap memberikan kontribusinya bagi masyarakat," tandasnya. (han)

Perusahaan Harus Peduli Lingkungan Sekitar

JAYANTI - Guna meningkatkan peran serta masyarakat dibidang keagamaan, tentunya harus dilakukan upaya menjaga kekompakan dan persatuan. Sehingga akan lahir jiwa semangat keagamaan yang tinggi. Apalagi Pemkab Tangerang tengah konsen mensosialisasikan 25 Program unggulan Bupati, yang salah satunya adalah budaya bersih yang dilakukan setiap Jumat keliling. 
 
Demikian dikatakan Wahyudin, Kepala Desa Sumur Bandung dalam acara Sambutan penyerahan Bantuan corporate sosial responsibility (CSR) dari PT Mayora kepada Ketua DKM mesjid Al-Karomah Kampung Keramat RT 12/03, Desa Sumur Bandung Kecamatan Jayanti. 
 
"Kami berharap agar semua warga, baik tokoh pemuda maupun tokoh agama untuk bahu membahu menjaga persatuan. Terlebih dalam meningkatkan sarana keagamaan yaitu pembangunan mesjid. Kalau kita kompak pasti apa yang direncanakan bisa tercapai," ungkap Wahyudin
 
Ia menambahkan, saat ini jumlah pengangguran di wilayah Desa Sumur Bandung menurun drastis. Dengan berdirinya pabrik-pabrik besar sehingga taraf ekonomi warga sekitar bisa terangkat. Disamping itu, sesuai Peraturan Daerah (Perda) tentang CSR, perusahaan wajib memperhatikan lingkungan sekitar. 
 
"Kami sebagai Kepala Desa Sumur bandung sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah peduli terhadap lingkungan sekitar. Disamping itu saya berharap agar perusahaan memprioritaskan kepada lingkungan sekitar, agar pengangguran bisa diminimalisir," tambahnya. 
 
Sementara Ketua DKM Mesjid Al-Karomah Desa Sumur Bandung Ustad Paulani mengaku cukup  berterima kasih atas kepedulian dari perusahaan PT Mayora yang membantu sarana masjid yakni 300 meter karpet. Bantuan ini akan bermanfaat bagi warga sekitar. 
 
"Semoga bisa menjadi pahala bagi semuanya, karena fasilitas masjid berupa karpet sangat bermanfaat untuk kelancaran ibadah solat lima waktu," ungkapnya. 
 
terlihat, serah terima bantuan dari Perusahaan PT Mayora kepada DKM Masjid Al-Karomah diwakili HRD PT Mayora Suryadi dan Luky Hakim, serta hadir juga Kades Sumur Bandung, Binamas dan Babinsa serta Karang Taruna Kabupaten yang di wakili Fatur Taupik. (day)

Seminar KNPI 'Gali Sejarah Balaraja'

BALARAJA – Meski saat ini wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang, telah menjadi daerah perkotaan yang maju, akan tetapi warga Balaraja sendiri belum mengetahui pasti sejarah dan asal-usul Balaraja itu sendiri. Sebagai organisasi kepemudaan KNPI merasa peduli untuk mengungkap sejarah.  
 
Ketua KNPI Kecamatan Balaraja, Hasan Basri menjelaskan, sebagai wujud kepedulian pemuda terhadap sejarah daerahnya, KNPI menggelar seminar tentang Balaraja. Pasalnya banyak warga Balaraja terutama kaum mudanya, kurang begitu memahami tentang sejarah wilayah. Padahal menurutnya warga yang tinggal di Balaraja telah ada secara turun-temurun.  
 
“Kami ingin memperkenalkan kepada kaum muda Balaraja, tentang arti Balaraja yang sebenarnya. Dalam literatur budaya Banten, dikatakan Balaraja dulunya adalah wilayah strategis bagi provinsi Banten,” ujar Hasan, usai dilantik menjadi Ketua PK KNPI Kecamatan Balaraja, Minggu (23/11/2014).
 
Selain menggali sejarah tentang nama Balaraja, pihaknya juga mencoba menghidupkan kembali tentang seni budaya yang hidup di Balaraja, pada tahun-tahun sebelunnya. Nampaknya upaya tersebut membuahkan hasil yang manis. Yakni di sela-sela acara pelantikan dirinya sebagai ketua PK KNPI Balaraja, juga sempat dipertontonkan kesenian asli sunda “Karding”.
 
Kesenian “Karding” menurut Hasan adalah kesenian tradisional masyarakat Sunda, berupa alat musik yang terbuat dari bahan bambu. Karding akan lebih nyaman didengarkan saat dipadukan dengan alat-alat musik tradisional lainnya, seperti suling dan gendang. Meski pada masanya kesenian “Karding” pernah menjadi kesenian yang selalu ditampilkan di masyarakat Sunda, untuk sekarang ini sudag mulai dilupkan.
 
“Selain ingin lebih dalam mengetahui tentang sejarah Balaraja, kami juga ingin memperkenalkan kembali budaya Sunda di Balaraja. Sebab biar bagaimanapun Balaraja ini dulunya adalah bagian dari wilayah Sunda,” terangnya.
 
Salah satu anggota DPRD Kabupaten Tangerang Nazil Fikri mengatakan, meski kecil hingga besar di Balaraja, tidak dapat dipungkuri memang untuk sejarah Balaraja sendiri dirinya kurang begitu memahami dengan pasti. Akan tetapi sedikit banyak yang diketahuinya nama Balaraja itu diambil berdasarkan perjalan sejarah Provinsi Banten. 
 
Berdasarkan cerita-cerita yang diperolehnya, Balaraja itu berasal dari kata “Bale dan Raja”. Bale beradasarkan pemahaman waraga Balaraja yakni tempat beristirahat, sedangkan Raja artinya Raja. Jadi kalau digabungakan secara menyeluruh Balaraja artinya adalah tempat beristirahatnya para Raja di zaman Kerajaan Banten dahulu.
 
“Kalau pemahaman yang saya dapat Balaraja itu dulu tempat beristirahatnya para raja atau penggede-penggede kerajaan. Balaraja menjadi pintu gerbang petinggi pada masanya sebelum sampai di Banten,” beber Nazil.
 
Nazil menerangkan, apa yang dikatannya itu, bukan tanpa alasan. Sebab berdasarkan cerita warga di Balaraja, terdapat beberapa peninggalan bersejarah para raja yang pernah singgah di Balaraja. Hanya memang untuk menemukan bukti sejarah itu, harus memerlukan perhatian dari seluruh pihak.
 
“Termasuk pemerintah, masyarakat ataupun ahli sejarah. Tentu untuk mencapai hal ini, memerlukan waktu yang cukup panjang,” tandasnya. (day)

Wasdal Cipta Karya Sikapi Bangunan Pabrik Sandal

TIGARAKSA - Pengawasan dan pengendalian (Wasdal) Dinas Cipta Karya Kabupaten Tangerang segera menurunkan Team untuk menyelidiki dugaan pelanggaran izin pabrik sandal. Jika dugaan itu benar, maka Cipta Karya akan merekomendasikan kepada penegak peraturan daerah untuk ditertibkan. 
 
Kabid Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Dinas Cipta Karya Kabupaten Tangerang Jainudin mengatakan, dugaan adanya penyalah gunaan izin kantor dan distributor menjadi industri ini akan merugikan Pemkab Tangerang. Dirinya akan segera menindaklanjuti informasi dugaan penyalahgunaan izin tersebut. 
 
"Setiap informasi sekecil apapun dari masyarakat maupun media, dirinya akan langsung merespon dan bergerak cepat. Termasuk informasi adanya bangunan pabrik di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya yang di duga menyalahi tata ruang ini," ujarnya kepada jurnaltangerang.com. 
 
Menurut pria yang biasa di sapa bang jay ini, dirinya sudah mengirimkan dua orang staff untuk melakukan monitoring, terhadap bangunan pabrik sandal itu. Jika memang ada indikasi dugaan menyalahi peraturan, maka Wasdal Dinas Cipta Karya tidak segan-segan untuk rekomendasi penutupan kepada Satpol PP Kabupaten Tangerang. 
 
"Kami masih menunggu hasil monitoring dari lapangan, jika benar ada pelanggaran, ya kami rekomendaiskan untuk dittup," tegasnya. 
 
Sebelumnya diberitakan, pabrik sandal milik PT Darindo Jaya Sentosa di Desa Parahu, Kecamatan Sukamulya, ternyata salahi tata ruang. Izin pabrik yang memproduksi sandal merk Batta dan Shopie Martin ini akan segera dicabut. 
 
Pabrik yang berdiri sejak tahun 2009 lalu ini ternyata mengantongi izin mendairikan bangunan (IMB) dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Tangerang. Yakni No. B.A.P.L : 700.647/1436-BP2T/VII/09 dan No. IMB : 647/7543-BP2T/2009.
 
Seiring dengan pertumbuhan perusahaan, pabrik ini menurut rencana akan pindah tak jau dari lokasi yang sekarang. Sayangnya, bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 7.000 meter persegi di Jalan raya Tobat-Parahu ini diduga menyalahi izin yang ada. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn