Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 261
SEPATAN - Ribuan minuman keras (miras) dimusnahkan Kecamatan Sepatan yang bekerjasama dengan Polsek Sepatan. Miras yang dimusnah merupakan hasil operasi pekat satpol PP Kecamatan Sepatan Timur dengan tim gabungan Polres dan TNI.
 
Pemusnahan miras langsung di saksikan oleh tokoh masyarakat, MUI, Ulama dan masyarakat tersebut sempat diprotes kaum ibu-ibu yang menyatakan bahwa miras jenis bir penjualannya dihalalkan di Kabupaten Tangerang. Protes keras itu, langsung di jawab Kapolsek Sepatan Suhendar yang menyatakan bahwa yang di ijinkan untuk menjual bir adalah usaha yang sudah lengkap perijinannya.
 
"Kalau mau protes langsung datang ke kantor saya, terbuka sampai 24 jam, sudah jelas-jelas penjualan miras diharamkan,"katanya, kepada wartawan, Kamis (26/6/2014).
 
Sementara Camat Sepatan Timur Hendrajat mengungkapkan pihaknya cuma menjalani tugas pemusnahan miras yang sudah marak di wilayahnya. Misalkan ada protes dari masyarakat diserahkan kepada pihak kepolisian. "Kita cuma mengurangi penjualan miras di Sepatan Timur, kalau ada protes langsung saja ke Polsek Sepatan," terangnya.
 
Sedangkan Nur (36) salah seorang penjual miras menegaskan Kecamatan Sepatan Timur tidak memiliki hati nurani, persoalannya pedagang kecil masih saja di injak. Padahal masih ada toko-toko penjualan miras terbesar di Sepatan Timur tidak ditindak.
 
"Salahsatu contohnya di Perumahan Arcadia Sepatan, disana jelas-jelas ada rumah yang dijadikan gudang miras tidak ditindak, kenapa kami yang berjualan kecil-kecil saja ditindak,"pungkasnya. (win)
 

Bayi Meninggal Pasangan Kekasih Dirungkus Polisi

CIKUPA - Setiap pelaku kejahatan selalu meninggalkan jejak. Hal itu setidaknya yang terjadi pada pasangan kekasih yang akhirnya ditangkap petugas Polsek Cikupa, Kabupaten Tangerang karena diduga membunuh bayi hasil hubungannya di luar nikah.
 
Kedua pasangan tersebut adalah Yayan (22) dan Nureti (21), warga asal Pandeglang, Banten. Keduanya ditangkap saat sedang membawa bayi yang sudah meninggal ketika sedang melintas dari arah Tangerang menuju Serang di jalan Raya Serang KM 16 percisnya di depan Pos Polisi Pasar Cikupa, Kabupaten Tangerang. 
 
Menurut informasi yang dihimpun kedua pasangan ini ditahan setelah petugas kepolisian mencurigai Nureti yang diboncengkan oleh Yayan, kakinya penuh bercak darah. 
 
"Saat ditanya, mereka mengaku katanya habis kecelakaan. Tapi melihat kondisi tubuh serta sepeda motor yang mereka kendarai tidak ada tanda-tanda bekas kecelakaan, petugas langsung curiga," ujar Kanit Reskrim Polsek Cikupa, Ipda Sumiran.
 
Dari situlah, kecurigaan semakin bertambah setelah Nureti membawa tas punggung yang terlihat nampak berat. "Tas punggung warna hitam yang dibawanya, memang terlihat berat. Dan setelah diperiksa, ternyata isinya bayi segar yang sudah meninggal. Dari situlah, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolsek," kata Sumiran. (day)

Warga Bunar Geruduk Kantor Kecamatan Sukamulya

SUKAMULYA - Aksi Penolakan terhadap pejabat sementara (Pjs) Samsudin kini meluas. Pasca penggalangan tanda tangan penolakan tehadap PJS Desa Bunar Samsudin, kini ratusan warga Desa Bunar, Kecamatan Sukamulya mengepung kantor kecamatan.   
Massa bergerak dengan mengendarai kendaraan sepeda motor menuju kantor camat sukamulya, ratusan personil dari Kepolisian Polsek Balaraja di bantu dengan TNI ikut mengawal aksi warga Desa Bunar. Setibanya di kantor Kecamatan sukamulya massa kemudian berorasi dan membentangkan spanduk yang berisi penolakan terhadap Samsudin yang akan kembali maju menjadi kepala Desa Bunar.
 
salah satu pendemo meneriakan yel-yel penolakan, Soleman koordinator Aksi mengatakan aksi yang dilakukan warga Bunar ini sebagai bukti ketidak percayaan kepada Anggota BPD yang akan meninjuk Samsudin sebagai PJS Desa Bunar. 
 
"Kami terpaksa mendatangi kantor Camat Sukamulya karena BPD Desa Bunar sudah tidak kami percaya, meskinya Samsudin tidak boleh ditunjuk sebagai PJS Kepala Desa Bunar, dikarenakan dirinya akan maju kembali sebagai calon Kepala Desa Bunar," ungkap Soleman.  
 
Dirinya bersama ratusan Warga berharap agar camat menunjuk Sekdes Bunar menggantikan Kades Bunar Samsudin yang berakhir masa jabatanya pada 26 Juni mendatang. 
 
"Kami berharap agar camat Sukamulya memutuskan agar Sekdes Bunar yang merupakan pegawai negeri sipil memangku jabatan PJS Desa Bunar," tambah Solaeman 
 
Pantauan dilapangan,aksi yang dilakukan Warga Desa Bunar sempat terjadi kericuhan. Lantaran Ketua BPD Desa Bunar Madsuri di protes untuk tidak ikut didalam pertemuan dengan pihak kecamatan. Beruntung massa bisa dikendalikan petugas kepolisian dan tidak sampai terjadi perbuatan anarkis. 
 
Sementara Camat Sukamulya Tini wartini ketika dikonfirmasi mengatakan persoalan pilkades sepenuhnya menjadi tanggung BPD. "Mestinya aspirasi warga Desa Bunar menolak Samsudin di utarakan melalui BPD, dalam waktu dekat kami dari kecamatan akan mengupayakan mediasi antara warga dengan anggota BPD," tuasnya. (day)

Pabrik Obat Palsu di Sepatan Digerebek

SEPTAN - Kawasan pergudangan Akong di Jalan Karet Jaya 1, No 90, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, mendadak heboh.  
 
Itu karena sebuah pabrik yang memproduksi obat generik dilokasi tersebut, tiba-tiba digerebek Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.
 
Dari lokasi itu, polisi menyita sebanyak 18 juta butir obat merk Lactochem, Microcrystalline Cellulose Powder, Magnesium dan Tramadol HCL 50 mg diduga palsu. Estimasi rupiah atas belasan juta butir obat-obatan tersebut ditaksir mencapai Rp 6 miliar.
 
"Selain obat generik palsu, dari lokasi kami juga mengamankan dua orang, masing-masing HI (45) selaku pemilik pabrik dan AP (40), yang menjabat sebagai menejer perusahaan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.
 
Menurut Rikwanto, perbuatan keduanya melanggar Pasal 198 Jo Pasal 106 UU RI No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 62 Jo Pasal 9 UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
 
"Bahan baku obat Tramadol palsu itu di impor dari China. Saat ini kami masih menyelidiki lebih lanjut soal bahan baku obat-obatan dimaksud," ungkap Rikwanto.
 
Kasubdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Ruddi Setiawan, SIK, SH mengungkap, hasil pemeriksaan diketahui bila dalam sehari pabrik obat generik palsu itu bisa memproduksi hingga 7 juta butir obat Tramadol HCL palsu. 
 
Obat ilegal itu kemudian diedarkan pemilik pabrik di daerah Jabotabek. Obat Tramadol HCL 50 mg merupakan obat relaksan otot. Obat generik palsu ini memiliki efek samping yang sangat berbahaya dan berdampak merusak organ tubuh bagi yang mengkonsumsinya.
 
"Karena diproduksi oleh tenaga kerja yang tidak memiliki keahlian dibidang farmasi sehingga komposisi obat itu tidak sesuai standar yang dapat merusak organ tubuh," kata Ruddi Setiawan.
 
Lanjut Ruddi, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika membeli obat-obatan. Pasalnya, obat Tramadol HCL 50 mg palsu yang dibuat kedua tersangka tidak jauh berbeda dengan obat yang tercantum izin produksinya. 
 
"Obat palsu ini secara kasat mata tidak dapat dibedakan. Harus diuji laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahuinya," jelas Ruddi (day)

Diparkir Didalam Rumah Motor Raib

SINDANG JAYA - Sial nasib yang dialami sulaeman warga Kampung Onom, Desa Badak Onom Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Sebuah Kendaraan motor merk motor Yamaha Mio dengan nomor polisi B 3178 NEG raib digondol maling Selasa dinihari. 
 
Pelaku diduga mencuri kendaraan Yamaha Mio yang terparkir di ruang tamu, dengan terlebih masuk kerumah korban dengan cara mencongkel Jendela bingkai. Kemudian membawa kabur sepeda motor Mio keluar melalui pintu bagian depan. 
 
Soleman menuturkan pada saat kejadian dirinya sedang tertidur pulas, namun sekitar jam 05.00 pagi dirinya terkejut ketika melihat kedaraan motor yang terparkir diruang tamu raib. 
 
"Jam lima subuh saya bangun tidur dan terkejut saat melihat motor mio raib," ungkap Soleman
 
Menurutnya, pelaku diduga berjumlah lebih satu orang masuk melalui jendela dengan cara merusak, serta keluar melalui pintu ruang tamu. "Pelaku merusak pintu jendela dan langsung membawa kabur melalui pintu depan," ungkapnya. 
 
Atas kejadian ini korban langsung melaporkan ke petugas polsek pasar kemis untuk ditindaklanjuti. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn