Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 106
CIKUPA - Peristiwa kebakaran pasar Cikupa yang menghabiskan puluhan kios dan lapak membuat sejumlah pedagang merugi. Kerugian para pemilik toko tidak saja karena barang dagangan terbakar, melainkan terjadi penjarahan saat kebakaran berlangsung. 
 
 
Salah satu pemilik toko baju, H Ahmad mengatakan, saat dirinya sibuk menyelamatkan barang dagangan, tiba-tiba puluhan warga juga ikut sibuk mengangkut kain dagangan milik dirinya. Sepintas terpikir bahwa warga yang sibuk ini ikut membantu menyelamatkan barang dagangan miliknya yang hampir dijilat si jago merah. 
 
"Semula saya berfikir banyak orang lalu lalang ngambilin pakaian ditoko saya untuk membantu menyelamatkan. Ternyata mereka membawa barang dagangan itu entah kemana, ini jelas penjarahan," ujar H Ahmad kepada jurnal tangerang.com. 
 
Menurutnya dirinya tidak saja merugi akibat kebakaran, tapi merugi akibat penjarahan yang dilakukan sejumlah orang tidak bertanggung jawab. H. Ahmad mengaku harus menanggung beban karena modal jualan yang dia gunakan hasil pinjaman dari bank. 
 
"Kini stok persediaan barang ludes terbakar dan di jarah orang, mau bagaimana lagi namanya juga musibah tidak ada yang tau," keluhnya. 
 
Pedagang lainnya Jauhani mengungkapkan, saat terjadinya kebakaran ada warga yang memanfaatkan kelengahan pedagang dengan menjarah pakaian. Karena dirinya panik melihat api yang begitu besar, akhirnya kios miliknya ditinggalkan begitu saja.
 
"Ternyata ada saja yang iseng mengambil dagangan saya, selain rugi akibat barang dagangan terbakar juga merugi akibat dijarah orang," tukasnya. 
 
Peristiwa kebakaran yang meluluhlantahkan puluhan kios itu terjadi di siang hari, Kamis (2/1). Diduga kobaran api terjadi akibat konsleting arus pendek listrik yang membakar toko baju dan merembet ke toko lainya. (day)
 

Kasus Pecah Kaca Sulit Diungkap

TIGARAKSA - Kasus pencurian dengan modus pecah kaca di Puspemkab Tangerang, cukup sering terjadi. Kasus ini sulit terungkap karena minimnya CCTV yang tersedia di Puspemkab Tangerang.



Kapolsek Tigaraksa Bahtiar Siregar mengatakan, kasus ini masuk ke polsek Tigaraksa yang ke sekian kalinya. Tapi sampai saat ini belum juga ada yang terungkap. Sebab korban yang melapor hanya melaporkan kerusakan dan barang yang hilang. Tapi tidak pernah melihat langsung kejadiannya.

"Karena minimnya informasi data yang masuk dan tidak ada saksi mata, maka kasus ini sulit terungkap," ujar Kapolsek saat ditemui di kantor KPU Kabupaten Tangerang.

Menurutnya sulitnya terungkap kasus pecah kaca mobil ini di Puspemkab Tangerang ini akibat minimnya pengamanan yang ada. Selain minim personel Satpol PP atau Satpam dan CCTV yang tersedia juga minim.

"Pengamanan di lingkungan Puspemkab Tangerang harus lebih ditingkatkan, selain itu perlengkapan pengamanan juga harus ditambah. Baik CCTV maupun penambahan personel keamanan," tuturnya.

Meski demikian, sebagai pengamanan wilayah, pihaknnya akan berkoordinasi dengan setda untuk mengamankan wilayah Puspemkab Tangerang di Tigaraksa ini secara maksimal. (han)

Aksi Bobol Mobil Kembali Terjadi di Parkir DPRD

TIGARAKSA - Aksi pencurian dengan membobol kaca mobil kembali terjadi di parkiran Puspemkab Tangerang, di Kelurahan Kaduagung, Kecamatan Tigaraksa, Kamis (2/1). Kali ini staf komisi I DPRD Kabupaten Tangerang yang menjadi korban pecah kaca. 
 
 
Mobil Toyota Ivona dengan No Pol B 1358 CVE milik H Dede tersebut diparkir paling ujung tepat disebrang taman aspirasi Puspemkab Tangerang. Tiba-tiba sekitar pukul 12.30 WIB, mobil tersebut disatroni dua orang tak dikenal dengan mengedarai sepeda motor. 
 
"Saya sendiri tidak melihat kejadiannya. Saat terdengar pecahan kaca yang jatuh ke aspal, sejumlah petugas melihat kaca samping kanan mobil tersebut sudah hancur," ujar Gunadi, petugas Satpol PP yang berjaga di gedung DPRD ini. 
 
Setelah di cek oleh pemilik, sebuah tas yang berisi dokumen-dokumen penting DPRD Kabupaten Tangerang, baik agenda kegiatan DPRD dan Komisi I serta rincian anggaran kegiatan DPRD juga ikut dibawa kabur oleh pelaku. 
 
"Tas yang dibawa kabur pelaku hanya berisi dokumen-dokumen penting saja. Sementara barang berharga lainnya seperti laptop dan hanphone sudah dibawa masuk ke kantor DPRD oleh pemiliknya," terang Gunadi. 
 
Menurutnya, kejadian tersebut tepat saat anggota DPRD Kabupaten Tangerang menggelar rapat paripurna DPRD dengan agenda pembukaan rapat awal tahun 2014. Saat ini mobil tersebut diamankan di Mapolsek Tigaraksa untuk penyelidikan lebih lanjut. (han)

Puluhan Kios Di Pasar Cikupa Ludes Terbakar

CIKUPA - Puluhan kios di Pasar Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, ludes dilalap si jago merah, Kamis (2/1). Tidak ada korban dalam peristiwa ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. 
 
 
Pantauan jurnal tangerang.com di lapangan, sekitar lebih dari 11 kios yang berisi toko pakaian, toko mas, toko kelontongan dan lainnya yang berada di lantai 2 pasar tersebut ludes terbakar sekitar pukul 14.00 WIB. Para pemilik dan pejaga toko yang panik melihat kobaran api, berhamburan tanpa menyelamatkan barang dagangannya. 
 
Salah satu pedagang kelontongan, H Dadang mengatakan, peristiwa kebakaran ini diduga berasal dari arus pendek yang terjadi di toko pakaian Al-Hikmah. Menurut Dadang api yang bersumber akibat konsleting arus pendek listrik di lantai dua itu kemudian merambat ke kios elektronik dan toko emas yang berada didekatnya. 
 
"Menurut informasi api bersuber dari arus pendek listrik di toko kain lantai dua kemudian merambat ke toko yang lain," ujarnya. 
 
Terlihat di lokasi kejadian, enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Tangerang dikerahkan. Puluhan petugas pemadam berhasil memadamkan api setelah satu jam kemudian. (day)

Rumah Bos Catering Ludes Terbakar

CURUG - Kebakaran hebat terjadi di Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Rabu (1/1/2014). Rumah yang di jadikan tempat produksi catering ludes terbakar. 
 
 
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 ini menimpa rumah milik warga bernama Yanti (45) yang keseharian digunakan sebagai tempat catering.
 
Informasi yang di himpun jurnal tangerang.com kebakaran ini bermula dari arus corsleting listrik yang terjadi pada kulkas frizer. Api kemudian merembet dan menghabiskan seluruh isi rumah. 
 
Salah satu saksi mata yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran Hamdan menuturkan bahwa pemilik sedang tidak ada di tempat karena sedang merayakan tahun baru. Sehingga warga kesulitan untuk memindahkan kendaraan yang di parkir di dalam garasi rumah tersebut.  
 
"Beruntung warga mendobrak garasi dan kemudian bisa menyelamatkan sepeda motor korban yang di parkir di rumahnya," ujar Hamadan. 
 
Semetara tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi satu jam kemudian dan api bisa dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran rumah ini, namun diperkirakan korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. (day)
 
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn