Iklan Kiri Rubrik (2)

19 Yatim Piatu Disantuni

KRONJO - Sebanyak 19 orang anak yatim dan piatu diberikan santunan oleh warga Desa Pasir, Kecamatan Kronjo, Kamis (14/11). Selain menerima bantuan uang, anak-anak yatim piatu ini juga diberikan sembako untuk kebutuhan sehari-hari. 
 
 
Kepala Desa Pasir H Sodikin dalam sambutannya mengatakan, 10 Muharam ini merupakan hari raya bagi anak yatim piatu. Maka warga yang mampu memiliki kewajiban untuk memberikan bantuan kepada anak yatim piatu untuk meringankan beban hidup mereka. 
 
Sebanyak 9 orang anak yatim dan 10 orang anak piatu mendapatkan bantuan uang masing-masing sebesar Rp 1.428.000, ditambah lagi dengan mie instan dan minuman segar. Diharapkan bantuan ini bisa sedikit membantu mereka. 
 
"Ini memang sudah kewajiban kita untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yatim dan piatu. Momentum 10 Muharam ini merupakan hari yang tepat untuk berbagi kepada mereka," terang H Sodikin kepada jurnaltangerang.com. 
 
Dana sumbangan anak yatim piatu yang mencapai Rp 29.848.000 ini muerni urunan dari warga Desa Pasir ditambah dari donatur dan dari kepala desa. 
 
Salah satu warga Kecamatan Kronjo Ubay mengatakan, niatan untuk membantu anak yatim bisa dilakukan kapan saja. Seperti yang dilakukan warga Desa Pasir ini, mereka mengumpulkan uang setiap minggu untuk kebutuhan santunan ini. 
 
"Bantuannya bisa diberika saat perayaan hari anak yatim yang jatuh 10 Muharam. Tapi bantuan dari warga bisa kapan saja dikumpul kepada panitia," terangnya. 
 
Acara santunan yang digelar di Mesjid Desa Pasir ini dihadiri juga sejumlah tokoh masarakat, tokoh pemuda, para ustad, kiyai dan santri serta ibu-ibu dari lingkungan desa setempat. (day)
 

Pembahasan KHL Deadlock, Buruh Rusak Kantor Disnaker

TIGARAKSA - Rapat dewan pengupahan Kabupaten Tangerang kembali digelar Kamis (14/11). Tidak ada titik temu soal besaran kebuuhan hidup layak (KHL) antara buruh dan pengusaha, perwakilan pengusaha memilih walkout. Kontan saja keluarnya pengusaha dari rapat membuat buruh marah dan mengamuk di kantor Disnaker. 
 
 
Ribuan buruh dari berbagai organisasi buruh dan pekerja di Kabupaten Tangerang yang mengawal jalannya rapat penetapan KHL dengan menggelar aksi unjukrasa akhirnya menerobos blokasi polisi dan Saptol PP untuk masuk ke kantor Disnaker, sekitar pukul 15.30 WIB.
 
Amuk massa dari aksi buruh ini menyebabkan sejumlah fasilitas kantor Disnakertrans di Gedung Pekerjaan Umum itu rusak. Tak hanya meja dan kursi, beberapa kaca juga pecah akibat amukan buruh yang terus merangsek masuk menerobos blokade polisi. 
 
Akibat kericuhan ini, sejumlah pengawai yang berada di Gedung Perkantoran PU itu lari  kocar kacir meninggalkan tempat kerjanya. Beruntung polisi dengan sigap menyemprotkan gas air mata keapda ribuan buruh yang anarkis. 
 
Koordinator Aksi Abdul Gani mengatakan, terjadinya kericuhan antar buruh dan pihak keamanan ini berawal dari beredarnya isyu yang mengatakan Apindo selaku perwakilan dari pengusaha keluar meninggalkan rapat penetapan KHL. 
 
"Karena ada informasi bahwa Apindo meninggalkan rapat pleno, sehingga memancancing emosi buruh. Sejumlah buruh mengamuk dan memecahkan kaca kantor Disnaker ini," terangnya.  
 
Salah satu pegawai Pemkab Tangerang Dodi mengaku hawatir dengan aksi demo yang berujung dengan aksi anarkis ini. Selain merugikan para buruh sendiri, juga merugikan masyarakat lainnya, apalagi sampai merusak fasilitas umum.
 
"Saya hawatir dengan insiden kericuhan yang diakibatkan bentrok buruh ini, sampai-sampai saya juga harus terkena gas air mata," tukasnya. 
 
Informasi terakhir, rapat dewan pengupahan yang membahas nominal KHL mengalami deadlock. Apindo yang merupakan gabungan pengusaha tetap bertahan di angka Rp 2.2 juta sementara perwakilan buruh mengusulkan KHL sebesar Rp. 2.915.415. Buntunya kesepakatan antara unsur buruh dengan pengusaha ini, akan berpengaruh terhadap keluarnya SK Gubernur Banten yang menetapkan bersaran UMK Kabupaten Tangerang. (day)

BKD Bantah Telantarkan Tenaga Honorer

TIGARAKSA - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tangerang membantah terlantarkan nasib tenaga honorer di sejumlah instansi di Kabupaten Tangerang. Apalagi ada tenaga honorer yang bekerja selama 25 tahun tanpa ada perhatian dari pemerintah. 
 
 
Kabid Pengembangan Kepegawaian Muhamad Ilyas mengatakan, kewenangan BKD Kabupaten Tangerang hanya sebatas fasilitator dalam rekrutmen PNS dari tenaga honor kategori dua (K2) yang diperuntukkan bagi sukwan yang dibiayai dari non APBD dan APBN diumumkan pada 2010 bagi yang memenuhi kriteria akan masuk databasenya di  BKN. 
 
"Kewenangan sepenuhnya ada di BKN, sistem komputerisasi yang ada di BKN sangat ketat. Satu kata saja salah dalam pengisian maka peserta akan gugur. Saat pendataan dan verifikasi ada massa sanggah selama 21 hari, bagi tenaga honorer yang tidak masuk ke kriteria diharapkan menghubungi BKD, sehingga saat terjadi kesalahan bisa di ralat," terangnya. 
 
Lebih lanjut, Ilyas menuturkan, di Kabupaten Tangerang sendiri untuk masalah informasi sangat terbuka bagi masyarakat. Karena BKD sudah mengumukanya lewat media massa. 
 
"Persoalan sekecil apa pun langsung kami tindak lanjuti, ketika ada warga memberikan pengaduan atau laporan maka kami tindaklanjuti. Sepengetahuan kami, Supryadi tenaga honorer di Kecamatan Tigaraksa itu belum pernah datang ke BKD, kami bebrencana memanggilnya," paparnya. 
 
Seperti diberitakan sebelumnya Supryadi tenaga sukwan yang bekerja di Kecamatan Tigaraksa, mengeluhkan statusnya terkatung-katung. Lelaki yang memiik tiga anak ini, tidak bisa ikut seleksi CPNS melalui kategori 2 lantaran datanya tidak masuk ke database BKD. (day)

Kawal KHL Buruh Kembali Gelar AKsi Unras

TIGARAKSA - Ribuan buruh yang tergabung dalam berbagai organisasi buruh di Kabupaten Tangerang kembali menggelar aksi unjukrasa di halaman kantor Disnaker, Kamis (14/11). Aksi buruh ini digelar untuk mengawasl jalannya rapat dewan pengupahan yang akan menetapkan kebutuhan hidup layak (KHL). 
 
 
Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja diantaranya SPSI citra raya, SPSI Bojong, SPN dan FSPMI serta SBSI 92 sebelumnya melakukan konvoy kendaraan roda dua dan roda empat mulai dari jalan baru Tigaraksa di simpang tiga Bojong. 
 
Setelah itu buruh melakukan aksi dengan mengelilingi kawasan industri Balaraja dan Cikupa, dengan mengajak rekan sesama buruh untuk turun kejalan menyampaikan aspirasinya. Aksi buruh berakhir dititik kantor Dinas Tenaga Kerja di Puspemkab Tangerang.  
 
Ketua SPSI KEP Subyanto mengatakan, saat ini pengusaha masih bertahan dengan nilai angka KHL sebesar Rp 2.660..000, sementara buruh masih tetap mempertahankan upah 2014 sebesar Rp 3,7 Juta. Buruh akan tetap melakukan aksi demontrasi mengepung kantor Bupati Tangerang sampai aspirasi buruh soal kenaikan UMK bisa tercapai," ujarnya. 
 
Menurut Subyanto KHL dengan nilai nominal Rp 2.66 Juta dinilai masih rendah. Upah sebesar itu dampak dari Permenaker No 13 Tahun 2012 tengtang upah buruh sehingga barometer kenaikan kompenan dalam penentuan upah sebanyak 60 item. 
 
"Seharusnya nominal item 86 kalau tidak ada revisi dari permenaker, maka UMK Rp 3,7 Juta sulit direalisasikan," paparnya.
 
Pantauan wartawan di lokasi, selain berunjukrasa di kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang, sejumlah kawasan industri juga menjadi sasaran buruh untuk menyampaikan aspirasinya. Terlihat ratusan buruh mengelilingi kawasan Industri Oleg, Balaraja. Bahkan dikawasan PT Fretren sempat terjadi ketegangan sesama buruh, karena rekan buruh PT Fretren tidak mengirim perwakilan untuk menyampaikan aspirasi buruh, beruntung aparat keamanan bisa melerai. (day) 

Hujan Deras Ratusan Rumah Terendam

TIGARAKSA - Akibat Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang sejak Rabu (13/11), ratusan rumah di perumahan Mustika Tigarksa dilanda banjir. Ratusan warga terpaksa harus mengungsi di tempat yang tinggi.
 
 
Ketua RT 01/07 Parmin mengatakan, setiap musim hujan memang sering terjadi banjir di Mustika Tigaraksa ini, terutama di Blok G, H, C dan blok D, rawan terjadi banjir. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan.
 
"Sejak tadi malam ratusan rumah di Mutiara Tigaraksa sudah terendam banjir akibat luapan air sungai Cimanceuri. Terpaksa Ribuan warga harus mencari tempat yang lebih tinggi," ujarnya.
 
Sampai tadi pagi ketinggian air sudah mencapai 1 meter lebih. Karena tanggul sungai Cimanceuri lebih tinggi dari lokasi perumahan, sehingga air dari sungai tumpah dan menggenangi rumah-rumah warga.
 
Parmin menambahkan, semestinya tanggul yang sudah dibangun oleh pemerintah sepanjang bantaran  sungai idealnya memilik empat pintu, sehingga apabila rumah penduduk sudah terkepung air maka pintu air bisa dibuka dan bisa memudahkan air keluar ke dataran lebih rendah.
 
"Kalau lebih bagus tanggul dipasang pintu air sehingga saat air banjir kami tinggal membuka pintu air. Makanya tanggul kami jebol, kalau kami tidak menjebol tanggul air tidak akan surut," ungkapnya.
 
Hal senada di ungkapkan Roni, warga yang sudah 10 tahun tinggal di perumahan mustika Tigaraksa ini menuturkan bahwa pemerintah harus secepatnya melakukan langkah-langkah kongkrit. Sehingga kami tidak menjadi langganan banjir setiap tahunya.
 
"Saya harap pemerintah segera melakukan langkah-langkah antisipasi banjir. Jika tidak, warga Mustika Tigaraksa ini akan setiap tahun menjadi langganan banjir," tukasnya. (day)
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn