Iklan Kiri Rubrik (2)
Parent Category: ROOT
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 110
TIGARAKSA - Sebanyak 450 personil gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Dishub, Polri dan Satpol PP siap disebar ke berbagai titik untuk mengeglar operasi Zebra Jaya, Kamis (28/11). Sebelum razia digelar mereka mengikuti apel gelar pasukan di halaman Mapolresta Tangerang.
 
 
Sebagai inspektur upacara, Kapolres Kota Tangerang Kombes Pol Irfing Jaya mengatakan, bahwa pelaksanaan operasi zebra jaya sebagai bentuk persiapan pengamanan menjelang dilakukannya operasi lilin dan pengamanan pemilu tahun 2014.
 
"Operasi zebra jaya sebagai persiapan pengamanan untuk menciptakan suasana kondusif menjelang natal dan pilpres tahun 2014", ujar Irfing.
 
Lanjut Kapolres kepada wartawan mengatakan, diharapkan agar semua anggota dapat menjaga keselamatan diri selama melakukan pengamanan operasi zebra jaya, pada pelaksanaan empat belas hari sejak tanggal 28 November hingga 11 Desember mendatang. 
 
"Selama operasi zebra tetap mengutamakan keselamatan anggota. Operasi zebra ini bertujuan menciptakan suasana yang kondusif menjelang pelaksanaan pemilu 2014 dan menjelang pengamanan operasi lilin menghadapi natal dan tahun baru," terangnya. 
 
Operasi zebra jaya akan dilaksanakan mulai 28 November hingga 11 Desember 2013,lanjut Kapolres. Direncanakan beberapa titik yang akan menjadi pelaksanaan operasi zebra jaya antara lain Cikupa, Puspitek, Balaraja, Serpong dan Karawaci. 
 
"Setiap masyarakat yang melanggar akan dikenai sanksi sesuai dengan Undang-undang lalulintas dan Polres Kota Tangerang akan melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Tigaraksa untuk melakukan sidang ditempat," tukasnya. (day)
 

Penyandang Cacat Diberikan Kaki Palsu

TIGARAKSA - Sebanyak 28 orang penyandang cacat dari keluarga tidak mampu diberi sumbangan kaki palsu, Rabu (27/11). Sumbangan kaki palsu ini atas kerjasama Dinas Sosial Kabupaten Tangerang dan Yayasan Tuna Daksa, Jakarta.
 
 
Kasi Pelayanan Sosial anak Lansia, orang Terantar dan Penyandang Cacat Lili Amaliah mengatakan, adanya kemitraaan ini membantu tugas pemerintah melayani masyarakat kurang mampu. Ini wujud dari keseriusan Pemkab Tangerang dalam penanganan kesehatan orang miskin.
 
"Dengan adanya bantuan ini sangat membatu kerja kami. Masalah seperti ini tidak bisa dilakukan oleh satu SKPD saja dan kami menginginkan ada tim yang membantu penanganan tersebut," ujar Lili, usai memberikan bantuan kaki palsu di Setda Puspemkab Tangerang.
 
Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuran kaki bagi penyandang cacat secara simbolis. Pada kesempatan itu,salah seorang pasien, Asman (40) warga Balaraja mengatakan, penyebab kakinya putus akibat terlindas kereta api dan dia berharap setelah mendapat kaki palsu bisa lebih mudah beraktivitas.
 
"Saya berharap setelah mendapat kaki palsu nanti saya akan lebih mudah beraktivitas dan tidak banyak menyusahkan orang lain," terangnya.
 
Setelah dilakukan pengukuran, kaki dan tangan palsu tersebut akan diberikan dan dipasang dua bulan mendatang, mengingat pengukuran dan pembuatannya tidak mudah dan butuh waktu. Yayasan Tuna Daksa tidak hanya memberikan bantuan di Kabupaten Tangerang saja tetapi juga di daerah lainnya.
 
Direncanakan untuk pembagian kaki dan tangan palsu ini dilakukan pada Januari 2014 mendatang. 
 
Salah satu pendamping sosial masyarakat Jubaedah menghimbau kepada masyarakat jika ada masyarakat penyandang cacat, baik kaki maupun tangan ingin mendapatkan bantuan berupa kaki dan tangan palsu segera menghubungi Dinas Sosial atau pendamping sosial masyarakat (PSM) di masing-masing kecamatan. 
 
"Kami siap membantu mengecek karena saat ini Yayasan Tuna Daksa konsen dibidang bantuan kaki dan tangan palsu," ungkapnya.  (day)

Lemahnya Pengawasan Kualitas Pembangunan Rapuh

TIGARAKSA - Ambrolnya proyek turab Jalan Lintas Tengah (Jaliteng) di Kecamatan Sukamulya, beberapa waktu lalu mendapat sorotan tajam anggota dewan. Wakil rakyat menuding ambrolnya turab yang belum setahun itu akibat lemahnya pengawasan saat pembangunan. 
 
 
Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang Mohamad Nawa Said Dimyati mengatakan, amrbrolnya turab Jaliteng ini sangat disayangkan. Padahal pengerjaan proyek tersebut menghabiskan anggaran hingga Rp 28 Miliar dari APBD Kabupaten Tangerang tahun 2012. 
 
Menurut Nawa Said, jebolnya tanggul jalan yang menghubungkan lima kecamatan ini, semakin membuktikan lemahnya pengawasan dari Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Tangerang. 
 
"Jika pengawasanya ketat saat pembangunan dari dinas terkait, pasti tanggul penahan Jaliteng ini tidak akan ambrol. Seharusnya bidang pengawasan dan pengendalian bekerja semaksimal, sehingga akan terjadi dari bencana ini," ujarnya.  
 
Politisi asal Partai Demokrat yang dikenal cukup vokal menambahkan, Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) atau yang dikenal dengan sebutan Inspektorat ini harusnya segera turun ke lokasi. 
 
"Inspektorat harus turun kelapangan, melakukan pengecekan berapa potensi kerugian negara yang di timbulkan dari kualitas dan mutu pekerjaan serta volume jalan yang dikerjakan. Apakah spesipikasinya sesuai dengan jenis pekerjaannya atau tidak," tukasnya. (day)

Dua Pemuda Adu Jotos Berujung Di Kantor Polisi

PANONGAN - Dipicu persoalan jalan menuju rumah tinggal, dua pemuda di Kampung Jawaringan, Kelurahan Mekar Bakti, Kecamatan Panongan, adu jotos. Tak terima, salah satu pemuda melaporkan ke Mapolsek dengan tuduhan pengeroyokan.
 
 
Anggota Polsek Panongan Briptu Sukandar membenarkan adanya laporan tersebut Selasa (26/11) lalu. Menurutnya karena masih menunggu hasil visum, polsek belum memeriksa terlapor. Sementara Hendra sebagai pelapor sudah dimintai keterangan. 
 
"Jika pihak keluarga kedua belah pihak bisa mediasi, sebenarnya kasus ini dapat diselesaikan. Tapi saat saya mengunjungi keluarga terlapor mereka tidak ada ditempat, bahkan rumahnya kosong," paparnya.
 
Menurut Sukandar, saat ini tinggal bagaimana kedua belah pihak menyelesaikan masalah ini di kantor polisi. Karena masalah keluarga harus berujung kepada proses hukum. Sukandar menyebutkan, dirinya yang memerintahkan pelapor untuk divisum, karena terdapat goesan luka di leher dan luka lebam dipipi sebelah kiri. 
 
Keluarga terlapor Waryani menuturkan, kasus ini bermula saat terjadi pemagaran jalan menuju rumahnya oleh pelapor Hendra. Hendra memagar tanah yang sudah dihibahkan pihak keluarga untuk keperluan jalan. Pemagaran ini menyebabkan keluarga besar lainnya yang memiliki rumah di belakang sulit keluar masuk ke jalan umum.
 
Saat ditegur, Hendra langsung memukul terlapor yang bernama Hendra juga. Tak terima dipukul, Hendra terlapor pun membalas pukulan Hendra. "Untung aja keduanya keburu dipisahkan oleh warga sekitar yang melihat," terang Waryani kepada polisi. 
 
Keluarga Waryani sendiri bingung, dirinya yang menjadi korban pemagaran dan pemukulan malah dilaporkan ke Polsek dengan tuduhan pengeroyokan. (han)

Pasca Penangkapan Terduga Teroris Tamu Wajib Lapor

CURUG - Sistem keamana lingkungan (Siskamling) di Desa Kadu, Kecamatan Curug saat ini mulai menurun. Pasca terjadinya penangkapan terduga teroris, tamu atau pendatang wajib lapor kepada ketua RT dan RW. 
 
 
Ketua RT 05/01 Desa Kadu, Kecamatan Curug, merasa kecolongan dengan aksi penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 ini. Selama ini pihaknya terlalu bebas terhadap warga pendatang keluar masuk kampung ini tanpa izin lingkungan. 
 
Mulai detik ini menurut Sujai, dirinya akan menerapkan wajib lapor 1x24 jam atau tamu yang menginap. Apalagi bagi pendatang yang akan mengisi rumah kontrakan. Jika mereka tidak melapor, diharapkan pemilik kontrakan yang harus melaporkan kepada ketua RT dan RW setempat. 
 
"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Siapapun tau yang bermalam, atau orang yang akan mengisi kontrakan, wajib lapor agar masyarakat juga tau siapa orang tersebut," paparnya. 
 
Selain itu menurut Sujai, dirinya cukup shock atas peristiwa penangkapan terduga teroris di rumah kontrakan milik Sarwiti ini. Selain melihat senjata laras panjang milik polisi, ketua RT juga mengaku takut jika orang yang ngisi kontrakan ternyata membawa dan menyimpan senjata api. (day)
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn