Iklan Kiri Rubrik (2)
Category: Kab. Tangerang
Published Date
Hits: 270
BALARAJA - Dugaan penggunaan surat keputusan (SK) palsu alias bodong yang digunakan tenaga honorer kategori 2 (K2) terus meluas. Salah satu guru SDN Balaraja 1 yang baru mengajar dua tahun lolos CPNS K2. 
 
Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya menuturkan, bahwa tenaga guru honorer di Balaraja banyak yang tidak sesuai dengan persyaratan tapi lolos CPNS K2. Salah satunya terjadi di SDN Balaraja 1 ini. 
 
"Sepengetahuan saya persyaratan untuk menjadi CPNS K2 yang diatur di dalam PP No 56 Tahun 2012 dalah minimal dia menjadi tenaga Honorer satu tahun pada Desember 2005. Dan bekerja secara terus menerus, berarti seorang tenaga honorer harus mengantongi SK Desember 2004. Tapi kenapa Ria Mahastuti bisa menjadi peserta seleksi CPNS K2, padahal sudah jelas di tahun 2005 posisi dia baru lulus SLTA," ujarnya. 
 
Ria Mahastuti saat ditemui di sekolah, membantah jika dirinya menggunakan SK bodong, namun dirinya tidak menampik jika baru mengajar dua tahun di SDN  Balaraja 1 ini. 
 
"Sebelumnya saya mengajar di SDN Tobat 1, memang saya baru dua tahun mengajar di SDN Balaraja 1," tuturnya. 
 
Salah satu sataf tata usaha SDN Tobat 1 Ari membenarkan, jika Ria Mahastuti pernah menjadi tenaga honorer di SDN Tobat 1. Tapi Ari tidak mau menjelaskan sejak kapan Ria Mahastuti menjadi tenaga honorer di SDN Tobat 1 ini. 
 
"Saya tidak tau mulai kapan Ria mengajar di SDN Tobat 1, saya hanya punya Daftar hadir (Daftar 1) Ria Mahastuti yang tersimpan di file komputer pada tahun 2012 saja, sejak saya mulai bekerja menjadi Staf tata usaha di SDN Tobat 1 pada tahun 2010," paparnya. (day)
Written by administrator
-->
Submit to FacebookSubmit to Google BookmarksSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn